Politik Pemerintahan

Digoyang Desakan Munaslub, Rakernas IPI Berlangsung Kondusif

Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa DPW menyuarakan Munaslub untuk mengevaluasi kepemimpinan Ketua Umum, KH Zaini Ahmad pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pondok Pesantren (IPI), Jumat (15/2/2019). Rakernas digelar di Gedung Srijaya Surabaya.

Ketua Umum IPI, KH Zaini Ahmad saat dikonfirmasi terkait kabar tersebut membenarkan bahwa, ada sejumlah DPW IPI yang mengusulkan agar digelar Munaslub.

“Ada empat DPW yang mengusulkan Munaslub. Diduga dari hasil Munaslub itu, dirinya bisa diganti dengan ketua umum yang baru. Dengan begitu, ketua umum yang baru bisa mengarahkan dukungan ke salah satu paslon pada Pilpres,” katanya kepada wartawan sembari menegaskan bahwa IPI tetap netral.

Dia menegaskan, sebagai ketua umum, pihaknya dilarang keras untuk berpolitik praktis. Khususnya dalam mengarahkan dukungan ke salah satu paslon. Dirinya mengakui, sebagai organisasi yang besar, IPI akan banyak diperebutkan.

“Bagi pihak-pihak luar yang berkepentingan IPI bisa menjadi lumbung suara bagi capres tertentu. Ini karena IPI memiliki basis massa yang real di pesantren-pesantren,” tukasnya.

Rakernas kali ini dihadiri sebanyak 800 orang. Jumlah itu terdiri dari pengurus IPI tingkat pusat hingga daerah. Di tingkat provinsi, IPI sudah ada di 32 provinsi. Sementara di tingkat kabupaten kota sebanyak 560-an. “Tapi akhirnya, semua bisa terselesaikan dengan baik. Isu munaslub hanya tinggal isu saja. Kami langsung konsolidasi,” ujarnya.

Sementara itu, Zaini mengungkapkan, dari rakernas memunculkan sejumlah rekomendasi kepada capres terpilih. Di antaranya, mendorong pada presiden terpilih untuk lebih peduli dalam meningkatkan kualitas pesantren. Salah satunya dalam bidang ekonomi. “Harapannya, pesantren bisa lebih mandiri dan semakin sejahtera,” tandasnya.

Untuk menggerakkan ekonomi pesantren, saat ini, IPI sedang melakukan penjajakan dengan Bank Mandiri dan Bulog. Bank Mandiri akan memberi kredit bagi koperasi dan unit usaha di pesantren. Sementara Bulog, rencananya akan mendirikan Rumah Pangan Kita (RPK) di pesantren. Sejumlah komoditas yang dijual antara lain, beras, daging, gula, minyak goreng, bawah merah dan bawang putih. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar