Politik Pemerintahan

Digandeng Putra Pramono Anung, Dewi Ternyata Belum Izin NU

Kediri (beritajatim.com) – Digandeng putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Hanindhito Himawan Pramono dalam Pilkada Kabupaten Kediri Tahun 2020, Dewi Maria Ulfa ternyata belum meminta izin Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Fatayat NU Kabupaten Kediri ini dinilai kurang mencerminkan tradisi akhlakul karimah yang telah berkembang di organisasi.

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Kediri KH. Muhammad Ma’mun, hingga kini Dewi Maria Ulfa belum pernah meminta izin baik kepada Tanfidiyah maupun Rois Syuriah NU. Yang bersangkutan hanya sebatas memberitahukan niatnya maju sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Kediri saja.

“Secara pribadi saya tidak pernah. Jadi kami merasa tidak pernah untuk diajak berbicara,” kata KH. Muhammad Ma’mun usai memimpin Apel Ikrar Kesetiaan NU di Gedung Serba Guna PCNU Kabupaten Kediri, pada Minggu (2/8/2020).

Apel Kesetiaan NU Berdaulat diikuti oleh hampir 1000 peserta yang berasal dari 59 organisasi dibawah PCNU Kabupaten Kediri. Apel digelar dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75 tahun.

Masih kata Gus Ma’mun, pihaknya belum mengambil sikap apapun terkait masalah tersebut. Alasannya karena Dewi memang belum mendaftarkan diri ke KPU. Tetapi PCNU akan mengambil sikap, bila yang bersangkutan telah mendaftar secara resmi sebagai kontestan.

“Saya pun bila maju, harus minta izin. Bukan memberi tahu. Saya akan izin ke Rois Syuriah, saya harus matur dan disetujui Rois Syuriah sebelum maju. Itu yang saya lestarikan, budaya akhlakul karimah. Kalau dikatakan semacam pamitan, bahwa saya izin dulu, sebelum melangkah,” sindirnya.

Diawal, ada sejumlah kader NU yang berniat maju dalam kontestasi Pilkada. Mereka melakukan audiensi dengan PCNU untuk menyampaikan visi dan misinya. PCNU memiliki kriteria dan penilaian tersendiri terhadap kader yang bakal didukungnya. Dari sederetan nama yang telah ‘sowan’, tidak ada nama Dewi Maria Ulfa.

Hingga berita ini diturunkan, Dewi Maria Ulfa belum dapat dikonfirmasi. Dihubungi melalui telepon genggamnya, Mbak Dewi tidak menjawab. Sementara saat dikirimi pesan pertanyaan melalui whatsapp, hanya sebatas dibaca.

Untuk pelaksanaan apel kesetiaan sendiri merupakan cara NU untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke 75. NU berusaha menyatukan seluruh elemen dalam mengisi kemerdekaan dengan berpartisipasi pada pembangunan, karena kemerdekaan merupakan sebuah berkah.

Apel menerapkan protokol kesehatan. Peserta berada di dalam ruang gedung dengan memakai masker dan menjaga jarak. Dalam apel ini, juga dibacakan ikrar kebersamaan untuk tetap menjaga kekompakan dan terus meningkatkan kemampuan dan kontribusi dari NU untuk Indonesia dan Kabupaten Kediri.

Ada enam poin ikrar diantaranya, senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD1945. Menegakkan syariat agama Islam Ala Ahlusunah Waljamaah dan menjaga martabat NU, serta mempertahankan nama baik organisasi dari segala gerakan yang dapat merusak tatanan jamiyah Nahdlatul Ulama. [nm/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar