Politik Pemerintahan

Difabel Dilatih Pasarkan Produk Kerajinan Melalui Medsos

Kediri (beritajatim.com) – Usai menerima materi ketrampilan membuat aksesoris, puluhan penyandang difabel di Kabupaten Kediri dilatih mengoperasikan media sosial (medsos). Tujuan dari pelatihan lanjutan tersebut untuk memberi pembekalan tentang promosi produk kerajinan melalui layanan online.

Pelatihan medsos tersebut diselenggarakan oleh Pemkab Kediri melalui Dinas Sosial. Tempat pelatihan berada di Aula Dinsos dengan menerapkan protokol kesehatan. Berupa, penggunaan masker, dan menata tempat duduk berjarak.

Dinsos memanggil tenaga tutor untuk melatih para peserta. Adapun materinya tentang pembuatan akun media sosial salah satunya instagram. Pelatih mengajari mereka dengan sabar dan telaten. Tentunya dengan didampingi oleh tim penterjemah bahasa isyarat.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami selama ini mengenal medsos secara otodidak. Tetapi kali ini diajari dari mulai awal pembuatan akun hingga cara memasarkan produk melalui medsos, ” kata Riska, salah satu peserta.

Bagi Riska medsos bukan hal baru. Gadis penyandang tuna Daksa ini sudah bergelut dengan medsos dalam kesehariannya. Tetapi untuk kaum difabel yang sudah berusia lanjut, butuh penanganan ekstra bagi pelatih.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Kediri Dyah Saktiana mengapresiasi semangat para difabel dalam mengikuti pelatihan. Pihaknya berharap pelatihan tersebut dapat melatih kemandirian mereka, terutama di masa pandemi Covid-19.

“Kami ajarkan tentang ketrampilan membuat aneka aksesoris dari bahan kawat. Kemudian kita latih dalam pemasaran melalui online. Harapan kami dapat membuka peluang usaha baru bagi mereka, membuat kerajinan sekaligus memasarkan nya, ” kata Dyah Saktiana.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang kaum difabel di Kabupaten Kediri. Mereka berasal dari tuna Daksa, tuna rungu dan tuna wicara. [nm]





Apa Reaksi Anda?

Komentar