Politik Pemerintahan

Didukung 36 Kursi di DPRD, Ipong-Bambang Berharap Menang 80 Persen

Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono didampingi pimpinan partai koalisi dalam deklarasi maju Pilkada Ponorogo tahun 2020.(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ipong Muchlissoni didampingi Bambang Tri Wahono akhirnya mendeklarasikan maju sebagai calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Ponorogo tahun 2020. Bertempat di halaman Masjid Jami Kauman Kota Lama, deklarasi diucapkan oleh pengurus partai koalisi yang berjumlah 6 partai politik (parpol). Yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat, Partai Golkar, PKB, PKS dan Gerindra.

“Tentunya perjuangan akan lebih ringan dan mudah, karena saya dan Pak Bambang diusung dari 6 parpol dengan kursi di DPRD Ponorogo ada 36 kursi,” kata Ipong, usai deklarasi, Kamis (3/9/2020).

Jika 36 anggota parlemen yang memdukung tersebut, berjuang maksimal di daerah pemilihan (dapil) masing-masing, maka itu merupakan modal yang menggembirakan. Bahkan Ipong mengklaim bisa menang minimal 80 persen. “Harapan menangnya ya seperti dukungan yang ada, jumlah 36 kursi itu setara 80 persen. Berarti menangnya ya 80 persen,” harapnya.

Terkait kapan akan mendaftarkan ke KPU, Ipong belum bisa memastikan harinya. Dia mengaku habis acara deklarasi ini, dirinya dan para ketua partai koalisi akan rapat untuk menentukan hari pendaftaran. Meski belum jelas kapan daftar ke KPU, namun Ipong menegaskan bahwa dirinya dan Bambang Tri Wahono sudah lengkap mengantongi formulir B1. KWK. “Syarat untuk daftar sudah lengkap, kami tinggal merapatkan harinya kapan,” katanya.

Ipong menyebut jika pihaknya juga sudah dibentuk. Nanti saat pendaftaran juga akan didaftarkan disana. Dia masih menimbang antara Ketua DPC Gerindara Ponorogo Supriyanto dan Ketua DPC PKB Ponorogo Ibnu Multazam untuk menjadi ketua tim pemenangannya. Pertimbangan kedua nama tersebut, karena senioritas. Mereka sudah senior dalam kancah perpolitikan di bumi reyog.

Ipong menambabkan jika dirinya masih membuka tangan lebar-lebar jika ada parpol lagi yang ikut bergabung mendukungnya. Sebab, menurutnya selama pendaftaran belum dimulai, semuanya masih terbuka untuk berkoalisi mendukung dirinya. “Ibaratnya sebelum janur melengkung, semuanya masih terbuka,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar