Politik Pemerintahan

Diduga Tidak Netral, Kades Sobo Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Jember (beritajatim.com) – Kepala Desa Sobo Romyatun sama sekali tidak menduga akan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember Jawa Timur terkait dugaan pelanggaran netralitas aparat. Laporan ini disampaikan sejumlah warga saat dia sedang beribadah umrah di Arab Saudi, Jumat (28/2/2020).

Romyatun dilaporkan terkait video berbau kampanye pemilihan kepala daerah yang mendukung Bupati Faida. Dalam video itu, ada perempuan berjilbab dan berpakaian dinas coklat memperkenalkan diri sebagai Kepala Desa Subo.

“Saya Kepala Desa Subo Kecamatan Pakusari bersama Muspika mewakili masyarakat Desa Subo berterima kasih kepada Ibu Bupati. Jalannya sudah selesai di-hot mix dari Desa Sumberpinang, Subo, ke Sumberjeruk.”

“Terima kasih Ibu Bupati. Lanjutkan dua periode. Siap menjadi pendukungnya.” Begitu selesai mengucapkan kalimat itu, sejumlah orang ikut mengucapkan dukungan ‘siap’.

“Itu video lama sebelum ada momen pilkada. Itu pun bukan sendiri. Semua lembaga ikut, Muspika. (Ini) ucapan terima kasih kepada bupati karena jalan sudah di-hotmix. Aduh semoga barokah ya. Nanti Allah yang tahu,” katanya via pesan WhatsApp kepada┬áberitajatim.com.

Romyatun mengatakan, baru akan kembali ke Indonesia pada 10 Maret 2020. “Coba konfirmasi ke Pak Camat. Maaf, saya mau salat dulu,” katanya.

Selain Romyatun, ada Camat Pakusari A. Fauzi dan Sekretaris Camat Pakusari yang sekarang Camat Sumberjambe Rusdiyanto dalam video tersebut. Mereka belum berhasil dimintai konfirmasi. Hubungan telepon dan pesan WhatsApp tidak direspons.

Ribut Supriyadi, salah satu pelapor, mengaku bisa mengidentifikasi oknum pejabat di sana. “Saya warga Pakusari. Kami minta kepada Bawaslu Jember agar melakukan tindakan sesuai dengan norma hukum yang berlaku,” katanya.

Laporan tersebut diterima komisioner Bawaslu, Andhika Firmansyah. “Ketika berkas lengkap, kami hanya punya waktu lima hari untuk menindaklanjuti. Saya harap unsur formil dan materiil laporan ini bisa segera dilengkapi,” katanya.

Sebelumnya, Bawaslu Jember sudah mengeluarkan rekomendasi pelanggaran kampanye yang dilakukan Camat Tanggul Muhammad Ghozali ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Ghozali juga terekam video yang mengampanyekan dukungan kepada Bupati Faida yang mencalonkan diri kembali jadi bupati untuk periode kedua. (wir/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar