Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Diduga Politik Praktis, PBNU Juga Panggil Ketua PCNU Sidoarjo

Surabaya (beritajatim.com) – Selain PCNU Banyuwangi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga memanggil ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Sidoarjo. Pemanggilan tersebut terkait dugaan keterlibatan dalam politik praktis dukung mendukung calon presiden.

Pemanggilan ini tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani Ketua PBNU Amin Said Husni dan Wakil Sekretaris Jenderal Nur Hidayat. “Atas arahan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, kami secara resmi memanggil dua ketua cabang NU, Banyuwangi dan Sidoarjo,” kata Amin Said Husni melalui rilis yang diterima beritajatim.com, Minggu (23/1/2022).

Pemanggilan untuk tabayyun ini tertuang dalam surat bernomor 21/C.I.16/01/2022 untuk Ketua PCNU Banyuwangi. Sedangkan pemanggilan untuk Ketua PCNU Sidoarjo tertuang dalam surat bernomor 20/C.I.16/01/2022.

Ketua PCNU Banyuwangi dipanggil setelah PBNU menerima laporan adanya agenda politik Pemilihan Presiden 2024 yang melibatkan PCNU Banyuwangi. Bahkan, kegiatan itu juga digelar di kantor PCNU Banyuwangi pada Rabu (19/1/2022) dengan mendatangkan salah satu bakal calon presiden.

Sementara pemanggilan PCNU Sidoarjo dilandasi adanya laporan kegiatan yang diinisiasi DPC PKB Kabupaten Sidoarjo dan melibatkan seluruh MWCNU se-Kabupaten Sidoarjo.

Terkait hal ini, Ketua PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo diminta segera memberikan laporan tertulis dan lengkap untuk selanjutnya dua Ketua PCNU ini diminta menyampaikan secara langsung kepada Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf di kantor PBNU. [tok/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar