Politik Pemerintahan

Diduga Manipulasi Data, Caleg NasDem Dilaporkan ke Bawaslu

Bojonegoro (beritajatim.com) – Ketua LSM Mliwis Putih, Bambang Laras Muji Satoto melaporkan dugaan adanya manipulasi data Calon Legislatif (Caleg) dari Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro, Dwi Priyo Raharjo. Dugaan manipulasi data yang dilakukan adalah tidak dicantumkannya data mantan narapidana dalam form pendaftaran yang diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Laporan tersebut diajukan ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro, kemarin. Dalam laporannya, Bimbim sapaan akrabnya, mengatakan, terlapor pernah dipidana, sebagaimana pada Pasal 170 KUHP di wilayah hukum Kabupaten Tuban. “Terlapor tidak menyertakan dalam persyaratan pendaftaran sebagai Caleg,” ungkapnya.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Bojonegoro, Dian Widodo mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan investigasi terkait dengan laporan tersebut. Beberapa saksi sudah diperiksa, seperti diantaranya, Komisioner KPU Kabupaten Bojonegoro Fathurrohman dan Ketua DPD NasDem Bojonegoro, Alham M Ubay.

Alham mengatakan, dalam pemanggilan yang dilakukan Bawaslu dia dimintai keterangan selama dua jam. Sebagai ketua, pihaknya mengaku pencalonan yang bersangkutan melalui Bapilu Partai NasDem. Alham dalam keterangannya memberi pertanyaan terkait kewenangan selaku ketua partai, penyiapan persyaratan caleg, disiapkan sendiri oleh caleg, termasuk pengisian form yang disediakan KPU.

“Partai hanya membantu caleg yang ingin mencalonkan. Saya tidak tahu jika ada dugaan manipulasi identitas. Sehingga sangat terkejut dengan adanya berita itu, saya selaku ketua parpol sendiri tidak tahu latar belakang caleg,” ungkapnya, Rabu (15/5/2019).

Bapilu sendiri, lanjut dia, dalam pendaftaran caleg hanya melakukan teknis pendaftaran, teknis penjaringan, teknis penyaringan dan penelitian serta pertimbangan untuk didaftarkan ke KPU. “Partai NasDem mendaftarkan 50 bacaleg itu karena dinilai telah memenuhi syarat. Oleh KPU juga telah diterima dan dinyatakan telah sesuai persyaratan,” terangnya.

Alham mengaku tidak memiliki data terkait identitas salah satu calegnya yang diduga merupakan seorang mantan narapidana. Sehingga, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada Bawaslu Bojonegoro. “Secara internal caleg yang dilaporkan juga sudah dipanggil dalam pemenuhan persyaratan sebelum berkas dikirim ke KPU,” pungkasnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar