Politik Pemerintahan

Didemo Pekerja Seni, Ketua DPRD Malang: Harus Ada Ijin Forkopimda 

Malang (beritajatim.com) – Pekerja seni mendesak DPRD Kabupaten Malang untuk mendengar aspirasinya. Tuntutan para pekerja seni dan budaya di kantor dewan setempat, Kamis (13/8/2020) siang, mereka ingin lahan mencari nafkahnya dibuka kembali perizinannya.

“Kami sudah lebih empat bulan ini tidak bisa bekerja. Kami ingin izin menyelenggarakan acara seni tradisional dibuka kembali. Supaya kami tetap bisa bekerja dan cari makan lagi,” kata koordinator unjuk rasa dan pewakilan pekerja seni Kabupaten Malang, Ki Ardi Purbo Antono disela aksi.

Menanggapi tuntutan pekerja seni, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengamini permintaan itu. Namun ada syaratnya. Didik harus mengirim permitaan pekerja seni Kabupaten Malang ini ke Bupati Malang, Kapolres Malang, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang dan Komandan Kodim 0818 Malang-Batu.

Tujuannya adalah untuk menggodog standar protokol kesehatan jika memang acara pertunjukan seni di Kabupaten Malang, boleh dibuka kembali.

“Harus ada pertimbangan dari Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah). Kami harus duduk bareng. Permintan teman-teman pekerja seni sudah kami dengar dan kami dukung,” papar Didik.

Didik mengaku segera menjadwalkan pertemuan dengan Forkopimda guna membahas permintaan pekerja seni dan budaya se Kabupaten Malang.

“Pekerja seni ini bukan lagi hobi ini sekarang pekerjaan. Mereka butuh pekerjaan. Kalau tidak ada kerjaan mereka harus bagaimana. Ini lah yang kami ingin dukung supaya dibuka kembali pertunjukan seni di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar