Politik Pemerintahan

Dicaci Maki, Eks Plh Sekda Jember Bicara Soal Tenda Biru

Achmad Imam Fauzi, mantan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur usai acara sertijab bupati. [foto: Ribut Supriyadi]

Jember (beritajatim.com) – Achmad Imam Fauzi, mantan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tertawa saat dimintai tanggapan soal caci maki yang diarahkan kepadanya oleh sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat, usai rapat pengarahan aparatur sipil negara, di kantor pemerintah kabupaten, Senin (22/2/2021).

“Tenda biru belum jadi tenda putih. Itu kata Desi Ratnasari. Ha ha ha,” kata Fauzi kepada beritajatim.com via pesan WhatsApp. Dia menolak berkomentar lebih jauh mengenai hal tersebut.

Fauzi adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember. Dia diangkat menjadi pelaksana harian sekda oleh Bupati Faida sebelum lengser, setelah Sekretaris Daerah Mirfano dijatuhi sanksi disiplin berat.

Fauzi dan Mirfano yang sama-sama merasa absah secara hukum menyebabkan terjadinya dualisme jabatan sekda. Namun, Pelaksana Harian Bupati Hadi Sulistyo menyatakan, Mirfano adalah sekretaris daerah yang sah dan berhak memberikan sambutan mewakili ASN saat rapat pengarahan.

Dalam sambutannya itu, Mirfano mengatakan, Jember adalah bagian dari Provinsi Jawa Timur dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kami meyakini bahwa masa transisi kepemimpinan dapat kita lalui tanpa adanya friksi-friksi lagi yang mengganggu proses pemulihan birokrasi,” katanya.

Menurut Mirfano, ada 39 pejabat eselon II, 27 pejabat eselon III, dan lima orang eselon IV yang hadir dalam acara tersebut. “Pertemuan hari ini untuk mendapatkan pengarahan, petunjuk, dan kebijakan Pak Pelaksana Harian Bupati untuk menyelesaikan dualisme jabatan, mulai eselon II sampai eselon IV agar kami semua memperoleh kepastian status dan kepastian karir, Kedua, menjaga agar masa transisi pemerintahan dapat berjalan kondusif dan produktif,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar