Politik Pemerintahan

Dibagi 3 Tim, Sidak Pemkot Mojokerto di Hari Pertama Usai Libur Lebaran

Mojokerto (beritajatim.com) – Hari pertama usai libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri, sebagaimana Surat Edaran Menpan-RB bahwa semua ASN telah diwajibkan masuk kerja.

Untuk memastikan hal tersebut Walikota Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa kantor pemerintah di Kota Mojokerto.

Sidak kehadiran ASN pasca libur lebaran terbagi menjadi tiga tim. Tim pertama dipimpin langsung oleh Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Kepala BKD, Asisten Administrasi Kesejahteraan, Inspektur Kota Mojokerto, Kabag Humas dan Protokol. Ning Ita (panggilan akrab, red) meninjau RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Pasar Cakar Ayam dan GMSC.

Wakil Walikota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria sidak di kantor Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA), yang kemudian dilanjutkan ke Dinas Perhubungan. Wawali Cak Rizal (sapaan akrab, red) melakukan sidak dengan didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan, Kabag Organisasi, Kabag Kesra, Kabag Umum serta Sekretaris BKD.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati bersama Sekretaris DPRD, Kabag Pembangunan, Kabag Hukum dan Kabid Pengadaan, Pemberhentian Mutasi dan Promosi BKD meninjau Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Kota.

Dari hasil sidak didapati semua ASN di Kota Mojokerto sudah menjalankan tugasnya masing-masing sebagaimana biasa. Kalaupun ada yang tidak hadir pada hari pertama usai lebaran semua disertai dengan izin dari kepala OPD masing-masing. Usai menggelar sidak di GMSC, Ning Ita menyampaikan bahwa kerja sama dengan BPPT adalah salah satu program besar Pemkot Mojokerto terkait pelayanan publik.

“Ke depan pelayanan publik di Kota Mojokerto akan berbasis elektronik dan terintegrasi antarseluruh OPD. Dan hal ini sudah dimulai dengan penandatanganan kerja sama dengan BPPT beberapa waktu lalu. Untuk menerapkan sistem ini Pemkot Mojokerto menunggu tindak lanjut kajian dan hasil dari inventarisasi yang dilakukan dari tim BPPT yang akan segera turun,” ungkapnya, Senin (10/6/2019).

Masih kata Ning Ita, pendampingan BPPT tidak hanya sebatas sistem atau aplikasi yang diterapkan di sini. Tapi sekaligus pendampingan SDM sampai benar-benar bisa dilepas dan berjalan paripurna yakni kemungkinan selama dua atau tiga tahun. Dengan aplikasi yang dikembangkan oleh BPPT ini akan mempermudahkan dalam perijinan usaha.

“Ke depan pemohon ijin usaha ketika mengurus sebuah ijin tidak perlu lagi membawa segala persyaratan perijinan. Semua bisa langsung dilihat di sistem tersebut selama basis datanya tersedia di Dispendukcapil. Kita juga akan segera menyelesaikan pembangunan gedung GMSC. Termasuk untuk melengkapi semua fasilitas untuk kebutuhan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Ning Ita, nantinya akan benar-benar memenuhi standar untuk menjadi fasilitas publik serta memaksimalkan fungsi ruang-ruang kosong yang ada di GMSC. Sebelum melakukan sidak, Ning Ita dan Cak Rizal menggelar halal bihalal bersama karyawan-karyawati Pemkot Mojokerto di GOR dan Seni Mojopahit Kota Mojokerto.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar