Politik Pemerintahan

Dianggap Terlalu Mahal, Uang Biaya Pemakaman 5 Juta Akhirnya Dikembalikan

Pemakaman Bibis di Kelurahan Kepatihan Ponorogo yang biaya pemakamannya mencapai Rp 5 juta. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Biaya pemakaman di Kelurahan Kepatihan Ponorogo yang mencapai Rp 5 juta, masih diperdebatkan oleh masyarakat Ponorogo. Sebagian besar masyarakat menyesalkan besaran nominal yang harus dibayarkan keluarga duka untuk biaya pemakaman tersebut.

Sekda Ponorogo Agus Pramono pun juga ikut angkat bicara terkait biaya pemakaman di Kelurahan Kepatihan yang mencapai Rp 5 juta itu. Dia menilai angka tersebut dipandang kurang pas jika harus dibebankan kepada keluarga yang lagi berduka.

“Prinsipnya apa yang dilakukan itu tidak benar. Kemarin (14/4) langsung saya perintahkan uang Rp 5 juta itu untuk dikembalikan ke rumah duka,” kata Agus saat ditemui awak media di kantornya, Kamis (15/4/2021).

Agus mengaku pertama kali melihat kabar itu juga dari media sosial. Menanggapi hal tersebut, pihaknya kemarin langsung memanggil camat, Bu Lurah Kepatihan dan kabag hukum. Dia menyebut kesepakatan yang dibentuk oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kepatihan tentang biaya pemakaman tidak boleh seperti itu. Karena sangat membebani jika nominalnya Rp 5 juta.

“Intinya pungutan yang tidak ada dasar hukumnya seperti itu, secara legalitas tidak dibenarkan. Nanti ujung-ujungnya bisa jadi pungutan liar (pungli), jadi kemarin saya suruh langsung dikembalikan,” katanya.

Agus mengakui jika kejadian seperti itu banyak terjadi di kelurahan di Ponorogo. Namun, nilai nominalnya tidak sebesar itu hingga Rp 5 juta. Biasanya, biaya pemakaman itu diberikan secara sukarela oleh keluarga duka. Ke depan, pihaknya akan melakukan inventarisasi jumlah makam yang ada di kelurahan. Selain itu juga akan mencarikan solusi jika ada warga diluar kelurahan, ingin dimakamkan di pemakaman tersebut. “Ini masih akan kami carikan solusinya, jika ada warga yang dimakamkan keluar kelurahan atau desa dari rumah duka,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa hari ini, viral di media sosial Ponorogo tentang biaya pemakaman di Kelurahan Kepatihan Ponorogo. Dalam postingan tersebut menerangkan bahwa biaya pemakaman di kelurahan itu senilai Rp 5 juta. Dibuktikan dengan adanya foto kwitansi senilai tersebut, dengan stempel Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kepatihan. Padahal sebelumnya, biaya pemakamannya hanya Rp 500 ribu. Sontak postingan itu menjadi pro kontra, sebab biaya segitu dinilai kemahalan untuk ukuran pembiayaan pemakaman.

Untuk menindaklanjuti kebenaran kabar itu, beritajatim.com mencoba konfirmasi kepada ketua LPMK Kepatihan Soerino yang rumahnya di Jalan Wibisono. Didampingi wakil ketua LPMK Kepatihan Setyawan, pengurus LPMK tersebut membenarkan adanya biaya pemakaman sebesar Rp 5 juta tersebut.

Namun, Setyawan menggarisbawahi biaya itu dibebankan khusus warga yang diluar Kelurahan Kepatihan. Sementara untuk warga yang ber-KTP Kelurahan Kepatihan tidak dipungut biaya sedikitpun. Kebijakan itu sebelumnya sudah dimusyawarahkan bersama warga dan juga dihadiri oleh Lurah Kepatihan.

“Memang biaya pemakaman bagi warga luar Kelurahan Kepatihan senilai Rp 5 juta. Kebijakan ini baru diberlakukan ya sejak bulan April ini. Kebijakan tersebut sudah melalui musyawarah warga Kepatihan,” kata Setyawan. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar