Politik Pemerintahan

Diakui Berdiri di Atas Saluran Air, Ini Keterangan Pihak Perumahan di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – pihak Perumahan Ahsana Regency di Lingkungan Kedungturi, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto mengaku memang bangunan pos keamanan tersebut berdiri di atas saluran air. Namun tidak ada solusi yang diberikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Bagian Teknik Perumahan Ahsana Regency, Cahyo Nugroho mengatakan, sebelumnya bangunan pos tersebut berada di depan pagar perumahan. “Namun warga perumahan menginginkan agar di pindah, mereka beralasan sempit mobil masuknya,” ungkapnya, Kamis (25/7/2019).

Masih kata Cahyo, bangunan pos pengamanan tersebut berukuran 1×1 meter dan permanen sehingga jika harus dipindah, pihak perumahan akan memindahkannya. Pasalnya, lanjut Cahyo, bangunan pos pengamanan tersebut bisa diangkat karena tidak ada pondasi.

Baca Juga:

    “Kita tidak keberatan kalau harus dipindah, toh tidak mahal hanya Rp6 juta biaya pembangunannya. Padahal sebelum bangunan itu jadi, kita sudah izin ke Satpol apa boleh dilanjutkan tapi tidak ada respon sehingga kita lanjutkan pembangunan. Mediasi sampai tiga kali tidak ada solusi,” tegasnya.

    Cahyo menambahkan, ada lima pos kampling milik warga di sekitar lokasi perumahan juga berdiri di atas saluran air namun tidak disegel. Pihaknya juga mengakui, memang benar masih ada delapan unit rumah di Perumahan Ahsana Regency dari total 20 unit yang sudah memiliki IMB.

    “Kalau hasilnya tadi, kita diminta koordinasi ke kantor Satpol PP. Akan kita lalui dulu ini, kalau memang harus dipindah akan kita pindah. Ini juga permintaan warga perumahan agar di pindah dari lokasi sebelumnya. Soal IMB, 12 unit memang belum karena belum lalu. Kalau sudah laku pasti diurus tapi secara global sudah ada izinya,” tegasnya.[tin/kun]





    Apa Reaksi Anda?

    Komentar