Politik Pemerintahan

Di Hadapan Pengurus Muhammadiyah Gresik, QA Sampaikan Visi Misi

Gresik (beritajatim.com)- Pasangan M.Qosim-Asluchul Alif (QA) bersilaturrahmi ke pengurus daerah (PD) Muhammadiyah Gresik. Di hadapan pengurus, paslon (pasangan calon) nomor urut 1 ini menyampailan visi dan misi programnya.

Visi dan misi yang diusungnya paslon QA meliputi banyak aspek. Mulai dari pembangunan ekonomi, sosial hingga lingkungan. “Komitmen saya dan Dokter Alif untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik zahir maupun batin yang tertuang dalam visi-misi yang insyaallah komprehensif,” ujarnya, Sabtu (25/10/2020).

Dalam hal pendidikan, kata M.Qosim, saat ini pendidikan sedang mendapatkan tantangan berat karena harus belajar di rumah (learn from home) menyusul terjadinya pandemi Covid-19. Karena itu, dirinya bersama Alif menekankan pentingnya strategi dan perubahan paradigma dalam pendidikan.

Agar belajar daring (dalam jaringan) efektif dan kualitasnya sama dengan belajar di sekolah seperti biasanya. “Melalui silaturahmi ini kita dapat bertukar pikiran dengan Muhammadiyah, yang punya pengalaman panjang dan mantap dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk program QA mendatang dalam pendidikan harus mulai mempertimbangkan pendidikan berbasis online dan vokasional yang berorientasi pemenuhan lapangan sekaligus ketersediaan kerja. Hal ini sangat mendesak untuk direalisasikan sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada infrastruktur pendidikan di daerah dan angka pengangguran.

Maka, mata pencaharian berbasis online perlu dikembangkan secara seksama. Sehingga, dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi pemuda dan sebagai sumber ekonomi kreatif. Secara konkret, Qosim-Alif telah menggagas program Gresik Digital Learning.

Menurutnya, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah respon atas fakta pandemi. Diharapkan melalui instrumen pembelajaran berbasis digital yang aksesnya disiapkan oleh pemerintah daerah ini menjadi solusi bagi para pendidik dan peserta didik.

Ada juga Gresik Yes (Yatim Sekolah). Dijelaskan, anak-anak yatim dan anak dari keluarga pra sejahtera wajib untuk tetap bisa sekolah dan solusinya pemerintah daerah adalah ‘Bapak Angkat’ yang menjamin beasiswa sekolah mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Kemudian penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 tahun 2013, tentang Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah Takmiliyah. Hal ini sebagai penegasan Kabupaten Gresik yang merupakan kota santri melalui implementasi pendidikan karakter yang agamis, moderat dan beramal sholeh. “Penerbitan Perbup atas perda 17 tahun 2013 adalah solusinya,” tegas mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Gresik tersebut.

Tidak cukup hanya itu, M.Qosim yang pernah dinobatkan sebagai guru teladan ini menambahkan, dukungan untuk dunia pendidikan bisa ditunjang melalui program ‘Desa Digital’. “Hot Spot yang merata dalam wilayah desa menjadi solusi sektor pendidikan saat pandemi, serta menumbuhkan kewirausahaan warga desa secara daring,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Gresik, Dr. H. Taufiqullah mengakui, sosok M. Qosim dan dokter Alif sebenarnya sudah cukup familiar. Hanya saja warga Muhammadiyah di akar rumput selalu bertanya ke PDP, siapa yang harus dipilih dalam Pilkada Gresik 2020 ini.

“Pak Qosim sudah familiar dua periode sebagai wakil Bupati, Mas Alif juga pernah main ke sini bersama teman-teman GP Ansor Gresik. Namun, begitu warga Muhammadiyah Gresik tanya ke pimpinan, siapa yang harus dipilih, ya akhirnya kami mengundang beliau berdua untuk menyampaikan program yang diusung agar dapat menjadi referensi bagi warga Muhammadiyah,” pungkasnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar