Politik Pemerintahan

Di Hadapan Emak-Emak Cawabup Bu Min Realisasikan Program Bunda Puspa

Gresik (beritajatim.com) – Masa kampanye pasangan calon (Paslon) tinggal satu bulan lagi. Untuk itu, para paslon terus memperbanyak program-programnya guna menarik pemilih. Salah satu paslon yang terus blusukan ke masyarakat adalah Cawabup Gresik, Hj. Aminatun Habibah (Bu Min) yang berpasangan dengan Cabup Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) atau NIAT.

Paslon nomor urut 2 itu, dihadapan para emak-emak yang mengatasnamakan Bunda Cantik (Butik) siap mendukung dan memenangkan paslon NIAT dengan slogan manut kyai tersebut.

Bertempat di posko Desa suci, Kecamatan Manyar, Gresik. Kehadiran Bu Min disambut antusias oleh bunda-bunda cantik berjilbab merah. Diawali dengan bersholawat dan menyanyikan jingle NIAT perubahan. Cawabup Bu Min menyampaikan visi misinya sembari menyerukan gerakan pilih ‘kudung abang’ (Jilbab Merah).

Program butik merupakan program pemberdayaan perempuan usaha dan pendidikan anak. Program ini ditujukan untuk perempuan yang memiliki usaha dan anak yang sedang sekolah. “Nanti emak-emak yang bergerak di sektor UMKM yang kesulitan mendapatkan suntikan modal atau pinjaman difasilitasi guna mengembangkan usahanya,” Sabtu (7/11/2020).

Salah satu warga Desa Suci, Rosita (28) mengaku bersemangat menjemput perubahan. Sebab, dirinya tertarik dengan program ‘Bunda Puspa’ untuk menghidupkan kembali sumber income dari usahanya yang selama ini merasa terabaikan. “Bantuan tidak ada ya sulit mengembangkan usaha. Lalu pelatihan juga tidak ada, sehingga produk rumahan yang kita hasilkan ya tidak punya pangsa pasar yang jelas,” ungkapnya.

Rosita membandingkan mekanisme penyaluran bantuan program untuk perempuan usaha (UMKM) dari pemerintah daerah ternyata lebih rumit dibanding dengan bantuan dari pemerintah pusat melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Meekar).

Program tersebut bisa rampung cepat sehingga peserta tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melakukan pinjam kredit lunak. “Program Meekar yang dari pemerintah pusat cepat pendataannya. Berbeda dengan pemerintah daerah,” pungkasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar