Politik Pemerintahan

Di DPRD Jatim, Massa Pendemo Lempar Kapak ke Arah Polisi

Surabaya (beritajatim.com) – Ribuan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jatim berlangsung tertib dan tidak ada aksi anarkis. Tapi, ternyata ada kelompok massa lain yang menyusup dan memancing kemarahan aparat kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan aparat kepolisian dan marinir yang berjaga belum terpancing dan masih menahan diri. Dua mobil water canon dan dua Barracuda hanya disiagakan di depan pagar kawat berduri di halaman DPRD Jatim yang mengarah ke massa.

Ditemukan beberapa bongkah batuan dan sebuah kapak yang dilemparkan ke arah polisi. Tidak jelas dari massa mana yang melempar benda berbahaya tersebut.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak kepada wartawan mengatakan, pihaknya yakin bahwa lemparan batu dan kapak yang ditemukan bukan dari mahasiswa.

“Saya yakin itu bukan perbuatan dari mahasiswa. Saya yakin 1000 persen adik-adik mahasiswa itu dengan jiwa idealismenya tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan. Saya khawatir ada orang-oramg lain yang memanfaatkan dari semangat yang dilakukan mahasiswa. Mereka berjuang dengan alat pikiran intelektualitas,” tegasnya.

Mengenai tuntutan mahasiswa untuk pelaksanaan sidang rakyat di ruang paripurna DPRD Jatim, Sahat menjelaskan pihaknya sesuai pernyataan Ketua DPRD Jatim Kusnadi, tidak bisa mengabulkan.

“Ini karena merupakan instalasi atau obyek vital milik negara yang diatur Undang-undang untuk penggunaannya. Kalau mengabulkan sidang rakyat, kami melanggar. Tapi kalau diminta turun ke tengah-tengah mahasiswa, sudah kami penuhi,” pungkasnya. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar