Politik Pemerintahan

Dewan Tinjau Aset Pemkab yang Dikelola Pihak Ketiga

Anggota DPRD Ponorogo saat meninjau SMK Pemkab. [foto: Istimewa]

Ponorogo (beritajatim.com) – Panitia khusus (Pansus) B yang beranggotakan anggota dewan lintas fraksi/komisi DPRD Ponorogo pada Senin (25/11/2019) meninjau SMK Pemkab. Sekolah swasta itu ditinjau untuk memperkaya bahan pembahasan raperda pengelolaan aset daerah yang ditangani pansus B.

Karena sekolah yang berdiri tahun 2001 tersebut menempati tanah milik Pemkab seluas 2,5 hektare. “Kita coba tinjau tentang kejelasan nasib aset milik Pemkab yang kini dipergunakan oleh pihak ketiga, salah satunya ya SMK Pemkab ini,” kata anggota Fraksi Amanat Persatuan DPRD Puryono, Senin siang.

Puryono mengatakan, menurut keterangan pihak yayasan yang mengelola sekolah tersebut, status kerjasamanya selama ini hanya pinjam pakai. Tidak ada akad sewa antara kedua belah pihak. Dari situ, Pemkab hanya menerima dana Rp 10 juta per tahun, yakni dari pemanfaatan lahan sekuas 2,5 hektare tersebut.

“Ini kan statusnya belum jelas, terlebih kontribusi untuk Pemkab juga masih belum layak. Nah, ini akan kami rumuskan bersama lewat raperda,” katanya.

Sementara itu Ketua Yayasan Raden Katong Suprianto membenarkan bahwa sekolah yang dikelolanya berada di tanah milik Pemkab. Statusnya sementara ini hanya pinjam pakai, pihak yayasan memberi kontribusi Rp 10 juta sebagai bentuk itikad baik pada daerah. Meski secara aturan tidak ada kewajiban untuk itu. “Status lahannya hak pakai, diteken oleh Sekda pada waktu pendirian sekolah ini yakni tahun 2001,” katanya.

Suprianto mengungkapkan, pihaknya mendukung raperda pengelolaan aset daerah yang saat ini dibahas di DPRD Ponorogo. Pasalnya yayasan juga butuh kejelasan kerjasama antara yayasan dengan Pemkab. Namun, Suprianto berharap Pemkab nantinya bisa bijaksana dalam melahirkan aturan tersebut.

Jika berganti sewa, jangan sampai biayanya memberatkan pihak yayasan. “Di bidang pendidikan kontribusi kita jelas, sukses mencetak SDM yang unggul. Jadi kalau sewa jangan disamakan dengan keperluan yang komersil,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar