Politik Pemerintahan

Dewan Pengupahan Bojonegoro Sepakati UMK 2021 Naik 3,27 Persen

Foto ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dewan Pengupahan Kabupaten Bojonegoro telah menyepakati besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bojonegoro 2021 mengalami kenaikan sebesar 3,27 persen dari tahun sebelumnya. Meski pada masa Pandemi Covid-19, UMK Bojonegoro tetap dinaikkan sesuai hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro Welly Fitrama mengatakan, nilai UMK Bojonegoro 2020 sebesar Rp 2.016.781, sehingga untuk 2021 UMK menjadi Rp 2.082.729. “Setelah disepakati dewan pengupahan kabupaten, proses selanjutnya rekomendasi kepada Gubernur Jawa Timur untuk ditetapkan,” ujarnya, Jumat (13/11/2020).

Menurut Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bojonegoro Soegihanto, penetapan kenaikan UMK 2021 itu sempat alot. Pemkab Bojonegoro sebelumnya meminta agar tidak ada kenaikan nilai UMK sesuai dengan surat edaran (SE) Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) tentang Penetapan Upah Minimum 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Perundingannya sempat alot, kami mengusulkan agar ada kenaikan 8 persen sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan,” ujarnya.

Alasan untuk tetap menaikkan UMK sebesar 8 persen itu karena di Kabupaten Bojonegoro beberapa perusahaan tidak terdampak secara signifikan terhadap Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Apalagi, lanjut dia, hasil survei KHL juga masih baik. “SPSI menilai secara nasional tidak dipungkiri terjadi resesi ekonomi. Namun, kondisi di Bojonegoro tidak terjadi,” jelasnya.

Karena berjalan lancar, maka, kata dia, perusahaan punya kewajiban untuk mensejahterakan pekerjanya. Dari anggota SPSI Bojonegoro sendiri sejauh ini tidak ada yang terimbas adanya PHK maupun dirumahkan. Perusahaan juga tidak ada yang mengurangi pekerjanya selama pandemi.

“Tidak semua perusahaan melakukan PHK, bahkan perusahaan rokok di Bojonegoro ada yang membuka lowongan pekerjaan,” pungkasnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar