Politik Pemerintahan

Dewan Minta Insentif Nakes Gresik Segera Dicairkan

Gresik (beritajatim.com) – Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Gresik sedang mengalami peningkatan cukup signifikan. Bahkan, banyak tenaga kesehatan (Nakes) dikonfirmasi tengah melakukan isolasi mandiri (Isoman). Namun, dari rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik insentif nakes malah belum juga cair.

Para tenaga kesehatan itu sejauh ini baru menerima insentif hingga bulan Januari 2021. Begitu mengajukan Lpj untuk pencairan bulan Februari 2021 ditolak dan dikembalikan. “Katanya anggaran sudah tidak ada,” ujar salah satu nakes yang minta namanya dirahasiakan, Kamis (23/07/2021).

Menurutnya, ditengah lonjakan kasus covid seperti saat ini insentif itu tak kunjung cair. Jika terakhir cair Januari, artinya sudah enam bulan insentif nakes belum diterima.

Terkait dengan ini, anggota Banggar DPRD Gresik Syahrul Munir menuturkan, dana untuk penanganan covid di Dinas Kesehatan (Dinkes) ada Rp 40 miliar. Dari jumlah itu Rp 19 miliar diantaranya untuk insentif nakes. Terkait belum cairnya insentif ini, politisi PKB itu berharap agar Pemkab Gresik bergerak cepat. Sebab, insentif itu bisa menjadi semangat baru bagi para nakes yang saat ini tengah berjuang.

“Dari nilai Rp 40 miliar itu baru cair Rp 14 miliar. Untuk insentifnya sudah cair berapa belum punya data lengkapnya,” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi II itu menambahkan, belum cairnya insentif ini karena persoalan regulasi. Pemkab masih berpegang pada regulasi penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Padahal, sekarang nakes sudah kembali mengangani covid.

“Ini Perbup-nya sampai mana belum tahu. Kabarnya sudah di bagian hukum. Tapi kami minta segera diselesaikan agar insentif bisa segera cair,” imbuhnya.

Perlu diketahui, insentif ini diberikan khusus untuk tenaga kesehatan. Baik PNS maupun non PNS. Untuk nakes di rumah sakit pembagiannya yakni dokter spesialis mendapat Rp 12 juta per bulan. Kemudian dokter umum Rp 5 juta, perawat/bidan Rp 4 juta, dan kesehatan lain Rp 3 juta perbulan.

Sementara nakes di Puskesmas dan Dinkes nilainya lebih rendah. Yakni, dokter umum dan dokter gigi Rp 2,5 juta, perawat/bidan Rp 2 juta, dan nakes lain Rp 1,5 juta. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar