Politik Pemerintahan

Dewan Gresik Prihatin Pelayanan Kesehatan di Pulau Bawean

Gresik (beritajatim.com) – DPRD Gresik mengaku prihatin soal pelayanan kesehatan di Pulau Bawean. Hal ini dikarenakan kondisi di pulau terluar di Kabupaten Gresik itu, pelayanan kesehatan masyarakat disana belum maksimal. Sehingga, perlu mendapat perhatian yang lebih serius dari pemda setempat.

Ketua DPRD Gresik, H.Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dalam rapat kerja bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dan manajemen Rumah Sakit Umar Mas’ud Bawean tadi sore menuturkan, tujuan dihadirkannya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr. Saifudin Ghozali beserta Direktur RSUD Umar Mas’ud Bawean, dr Tony S.Hartanto untuk memecahkan persoalan kesehatan di Pulau Bawean.

“Dalam rapat kerja ini, untuk membahas tentang pelayanan kesehatan di Pulau Bawean. Terkait apa yang telah terjadi pada insiden pasien meninggal terutama masalah kekosongan dokter spesialis di Rumah Sakit Umar Mas’ud Bawean,” tuturnya, Kamis (16/01/2020).

Menurut, Gus Yani kondisi di Pulau Bawean harus menjadi perhatian serius. Pasalnya, hal ini untuk mewujudkan pelayanan kesehatan di kepulauan supaya optimal. Karena itu, Dinkes sebagai pelaksana pemerintahan didesak untuk segera menindaklanjuti rekomendasi hasil rapat kerja bersama legislatif.

“Ada tiga opsi strategi yang disepakati untuk memecahkan masalah kekosongan dokter spesialis di RS Umar Mas’ud Bawean. Jadi ada tiga opsi tersebut harus ditempuh dalam menyelesaikan masalah ini. Yaitu mulai dari jangka pendek, menengah dan jangka panjang,” ungkapnya.

Tiga opsi yang dimaksud lanjut Gus Yani, pertama penyelesaian dalam jangka pendek. untuk sementara keberadaan lima dokter spesialis yang meliputi Spesialis Bedah, Penyakit Dalam, Kandungan, Anak dan Anestesi dipastikan aman oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik sampai akhir tahun 2020.

“Untuk jangka pendeknya dalam mengantisipasi kekosongan pada tahun 2021, bisa dengan memberlakukan sistem penugasan bergilir untuk dokter-dokter spesialis yang ada di RSUD Ibnu Sina sesuai kebutuhan di Rumah Sakit Umar Mas’ud,” paparnya.

Yang kedua, penyelesaian jangka menengah. Dijelaskannya, kesejahteraan dokter spesialis yang bersedia untuk dinas di RS Umar Mas’ud Bawean harus ditingkatkan. Mulai dari jaminan rumah dinas hingga besaran insentif daerah (insenda). Selanjutnya, ketiga, adalah upaya penyelesaian jangka panjangnya. Ke depan harus ada program sekolah dokter spesialis bagi dokter umum asal Bawean, yang dibiayai Pemda Kabupaten Gresik.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muhammad menambahkan, Pemda Gresik harus mengutamakan kebutuhan warganya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal. Artinya, ketika terjadi masalah pelayanan di satu-satunya rumah sakit yang berada di Pulau Bawean harus segera ditindaklanjuti dengan mencarikan solusi.

“Sebagai rumah sakit tipe D yang harus dipenuhi pemerintah daerah namun belum terpenuhi. Tolong Direktur RS Umar Mas’ud semua itu agar dicatat. Nanti kita bahas lagi di dalam rapat kerja bersama komisi IV,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar