Politik Pemerintahan

Desa Digital, Cara Ipong Maksimalkan Potensi Desa di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Pasangan calon (paslon) Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono akan memaksimalkan potensi yang ada di desa-desa di Ponorogo. Sebab, masih dapat dihitung dengan jari potensi desa di bumi reyog yang naik permukaan.

Sehingga, jika mereka terpilih menjadi bupati dan wakil bupati untuk lima tahun mendatang, potensi desa akan digarap serius. “Untuk memajukan desa-desa di Ponorogo, program kerja kami nanti adalah membuat desa digital,” kata Ipong, Selasa (10/11/2020).

Yang dimaksud dengan desa digital, kata Ipong, menerapkan digitalisasi dalam seluruh urusannya. Mulai dari urusan pemerintahan, ekonomi, promosi dan masih banyak yang lain. Dia mengungkapkan, sebelum cuti, pihaknya sudah mengujicobakan desa digital ini ke-17 desa di bumi reyog. “Masyarakat menyambut baik kok, ada kemudahan yang didapat saat menjadi desa digital,” ungkap Ipong.

Dia menarget, dalam 5 tahun mendatang, seluruh desa di Ponorogo harus menjadi desa digital. Pelaksanaan sistem pemerintahan sudah pakai digital. Mulai dari mengurus KTP, KK, urusan pemerintahan dan promosi yang menjadi icon dari desa tersebut.

“Kita mencontohkan untuk melihat desa Jurug, kita hanya mengklik desa tersebut sudah muncul semuanya, baik itu profil desa maupun potensinya,” katanya.

Ipong menambahkan, membangun desa digital juga sekaligus membangun sumber daya manusia (SDM)-nya. Oleh karena itu nantinya juga akan dilakukan perekrutan operator dari desa digital tersebut. Kalau bisa, dioperatori oleh pemuda milenial yang ada di desa.

Sebab, saat ini yang paling melek teknologi adalah kaum pemuda. Untuk merealisasikan program tersebut, dibutuhkan dana sekitar Rp 100-200 juta untuk membangun desa digital. “Sumber dananya ya didahulukan dari desa, jika desa tidak mampu baru dari APBD. Jumlah tersebut sudah termasuk pelatihan SDM maupun maintenancenya,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar