Politik Pemerintahan

Desa di Banyuwangi Jor-joran Perang Inovasi, Ini Buktinya

Banyuwangi (beritajatim.com) – Semangat inovasi tak hanya dilakukan oleh pemerintahan di tingkat kabupaten saja. Tapi, Banyuwangi juga menggenjot semangat itu hingga ke tingkat desa.

Bahkan, Pemerintah Kota Gandrung itu mengemas berbagai inovasi desa tersebut dalam satu layanan bernama Smart Kampung. Melalui program smart kampung mendorong desa untuk mengadaptasi kemajuan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan. Desa yang selama ini dianggap kampungan dan tertinggal, ingin diubah dengan sentuhan digital.

Salah satu inovasi yang cukup menarik adalah layanan “Siap Cantik” dari Desa Genteng Wetan. Siap Cantik merupakan akronim dari Sistem Aplikasi Posyandu dengan Pencatatan Elektronik.

Aplikasi ini merupakan layanan digital berbasis android. Sasarannya, para ibu hamil maupun ibu balita dapat menggunakan layanan tersebut. Mulai P3K, Posyandu, Nutrisi, update perkembangan janin dan balita, imunisasi hingga cek nutrisi.

Untuk menggunakan layanan ini, mereka harus mendownload aplikasi tersebut melalui smartphone di playstore. “Kemudian, warga mendaftarkan diri ke desa dengan menyertakan identitas bisa KK maupun KTP. Nanti, akan kita berikan nama pengguna dan paswordnya,” kata Staf Pelayanan Desa Genteng Wetan, Dian Aristiawan, Rabu (31/7/2019).

Keuntungan lainnya, kata Dian, dalam aplikasi itu juga terdapat layanan bengkel sakinah maupun rubrik berita seputar Posyandu. “Bengkel Sakinah itu panel chating untuk konsultasi privasi antara pengguna dengan kader Posyandu. Ini aman, karena percakapan hanya bisa diketahui oleh pengguna dan kader saja. Sementara di rubrik berita, pengguna akan mendapat jadwal posyandu dan informasi terbaru kegiatan yang bisa tersambung juga melalui sms dan whatsapp,” katanya.

lebih dari itu, Desa Genteng Wetan juga punya inovasi baru. Namanya, Simas Mandiri atau Aplikasi Masyrakat Melayani Sendiri. Sesuai namanya, layanan ini dinilai cukup mudah dan efektif bagi masyarakat yang membutuhkan layanan surat menyurat.

“Karena, mereka tidak perlu antre di depan petugas pelayanan di kantor desa dan tanpa bertemu dengan petugas atau staff desa. Cukup membuka aplikasi yang tersedia di kantor desa, kemudian memilih layanan yang diinginkan. Tinggal memasukkan nomor NIK, layanan yang dipilih langsung jadi, cepat dan mudah,”

“Ada 27 jenis layanan yang dapat dipenuhi oleh aplikasi ini. Mulai surat lahir, hingga surat nikah ada. Surat perizinan, surat pengantar pindah tempat juga ada,” ungkap Kholifatul Karimah Staf Desa Genteng Wetan lainnya.

Selain itu, tak kalah menariknya adalah inovasi yang dilakukan oleh Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Desa ini memberikan layanan dan pelaporan berbasis online. Melalui aplikasi android, warga bisa meminta berbagai jenis layanan administratif cukup dari rumah.

“Warga tinggal memasukkan Nomor Induk Kependudukan, layanan pun bisa diberikan. Dimanapun dan kapanpun,” terang Kepala Desa Ketapang Selamet Kasiyono.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta inovasi Smart Kampung terus meningkat. “Belanja desa tidak hanya membeli batu dan semen, melalui smart kampung ini harus pula belanja bandwidth untuk memberikan pelayanan berbasis online,” ungkap Anas.

Program smart kampung, imbuh Anas, juga diharapkan untuk menuntut desa dalam memaksimalkan gelontoran Dana Desa. “Jangan sampai Dana Desa ini, tidak berbuah apa-apa bagi masyarakat,” harapnya. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar