Politik Pemerintahan

Dengar Keluhan Warga di Radio, Pj Bupati Sidoarjo Langsung Sidak Layanan Kependudukan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Mendengar warga mengeluh soal pelayanan di Dispendukcapil Sidoarjo, Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono langsung mengunjungi kantor Dispendukcapil Sidoarjo, Kamis (15/10/2020).

Itu gara-gara saat dalam pejalanan, Hudiyono mendengar keluhan warga yang disampaikan lewat radio. “Saya dalam perjalanan dari Sidoarjo Barat, di mobil dengar radio ada warga menyampaikan keluhan terkait pendaftaran online di Dispendukcapil Sidoarjo. Saya langsung ke sini untuk melihat langsung,” ujar Hudiyono di sela sidaknya.

Di kantor Dispendukcapil Sidoarjo, Pj Bupati Sidoarjo sempat melihat langsung beberapa antrean yang ada. Termasuk berbincang dengan warga yang sedang melakukan proses pengurusan administrasi kependudukan di sana.

“Sedang mengurus surat kematian pak. Tidak banyak kok, tadi antrean cuma sekitar 5 – 7 orang. Pagi tadi saya daftar online juga mudah, kemudian datang ke sini untuk mengambil formulir,” ujar Joko Yanuar, warga Pondok Jati saat berbincang dengan Hudiyono.

Hal serupa juga diceritakan beberapa pemohon lain. Hanya saja, suasana di kantor dispenduk memang nampak penuh karena banyaknya pemohon. Tempat layanan tidak sebanding dengan volume warga yang melakukan pengurusan.

Sejatinya, layanan kependudukan sudah dipecah dengan dibukanya Mal Pelayanan Publik (MPP). Namun sejak pandemi layanan itu ditutup. Sehingga wajar jika volume di dispenduk capil kembali membludak.

“MPP sudah tidak digunakan lagi untuk tempat isolasi, jadi dalam waktu dekat sudah bisa kita fungsikan seperti semula. Tentu semua harus tetap dengan menerapkan protokol kesehatan,” tukas Pj Bupati.

Untuk memudahkan pelayanan dan mendekatkan layanan, Pemkab Sidoarjo juga sudah membuka MPP Mini di Kecamatan Sukodono. Setelah ini, ada dua MPP Mini baru lagi di Sidoarjo Utara, Barat, dan Selatan.

“Kami juga sedang menyiapkan program pelayanan kependudukan di masing-masing desa dan kelurahan. Kemungkinan awal tahun depan mulai bisa direalisasikan,” ujar Kepala Dispendukcapil Sidoarjo Reddy Yanuar.

Selain itu, menurut Reddy, sejak beberapa waktu lalu Dispendukcapil juga membuka layanan pada hari Sabtu. Ini juga sebagai upaya untuk mengatasi volume permohonan yang tinggi.

“MPP per 1 September sudah buka, tapi hanya layanan PTSP. Kami sudah koridnasi dengan pengelola MPP, sekarang sedang disettig tentang antrian onlinenya,” tukasnya.

Adanya MPP di setiap kecamatan juga akan memecah semua. Bahkan, pihaknya sedang menyiapkan program Dispendukcapil bisa sampai desa. “Ada 349 desa di setiap desa ada peetugas khusus yang ditunjuk untuk melayani,” tutupnya. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar