Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Dengan Rapat Pleno, Energi Partai Dinilai Makin Terkonsolidasi

Jakarta (beritajatim.com) – Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, yang juga Sekretaris Badan Kajian Strategis dan Intelijen (Bakastratel) DPP Partai Golkar, Viktus Murin mengatakan, apabila Rapat Pleno DPP Partai Golkar dapat segera digelar dalam waktu dekat, maka energi politik partai akan terkonsolidir untuk memperkuat proyeksi kemenangan Partai Golkar dalam pertarungan politik pada Pilkada Serentak 2020. Selain, menjadi sarana konstitusional untuk membahas berbagai agenda strategis politik nasional pasca Pilpres dan Pileg 2019.

Hal tersebut disampaikan Viktus, menanggapi kondisi partainya yang belakangan ini terjebak dalam polemik soal penyelenggaraan Rapat Pleno kepada wartawan, Selasa (27/08). Seperti diketahui, sebagian kader dan pengurus DPP Partai Golkar telah mengajukan tuntutan untuk diselenggarakannya rapat pleno sesegera mungkin. Namun, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto hingga saat ini bersikukuh belum mau memastikan kapan rapat pleno digelar.

Viktus yang juga mantan Sekjen Presidium GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) ini mengatakan, sebagai partai politik moderen tertua di Indonesia, Golkar semestinya mengokohkan eksistensinya sebagai laboratorium praksis budaya demokrasi di panggung politik Indonesia. “Dalam perpektif partai moderen, rapat-rapat partai dalam logika kolektif-kolegial, merupakan manifestasi dari persemaian nilai-nilai budaya demokrasi,” ujar Viktus.

Sebagai bagian dari otokritik terhadap Partai Golkar demi kemajuan Partai Golkar sendiri, Viktus mengatakan, merupakan anomali atau keanehan apabila otoritas Golkar jarang melakukan rapat dalam dimensi kolektif-kolegial seperti rapat pleno. “Seingat saya, Rapat Pleno DPP Partai Golkar terakhir dilakukan pada tanggal 27 Agustus 2018. Itu berarti sudah setahun terakhir ini, belum ada lagi rapat pleno,” sesal Viktus.

Viktus berharap pimpinan Partai Golkar mengikuti AD/ART dalam menjalankan roda partai. Sesuai dengan ketentuan AD/ART rapat pleno dilaksanakan minimal satu kali dalam dua bulan. “Kita berharap Ketum berpegang pada AD/ART dalam memimpin Partai Golkar. Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang akan menghormati AD/ART partai,” katanya. (hen/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar