Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Demokrat Nganjuk: Kontestasi Selesai, Fokus 2024, Jangan Main Ancam

Sekretaris DPC PD Nganjuk, Endah Sri Murtini saat berfoto dengan Ketua Demokrat Jatim terpilih, Emil Dardak.

Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris DPC Partai Demokrat (PD) Kabupaten Nganjuk, Endah Sri Murtini menegaskan, dirinya sebagai pengurus dan kader partai akan tegak lurus mengikuti keputusan DPP.

“Kontestasi di Musda Jatim sudah selesai, waktunya kami sekarang fokus untuk pemenangan Pemilu 2024. DPC Nganjuk dipastikan solid dan menerima hasil keputusan Musda VI yang menetapkan Mas Emil Dardak sebagai Ketua Demokrat Jatim,” tegasnya ketika dikonfirmasi beritajatim.com, Selasa (5/4/2022) malam.

Menurut dia, sejak Emil Elestianto Dardak ditetapkan sebagai Ketua DPD, pihaknya tidak ada masalah dan tidak ada gejolak. “Kami baik-baik saja, tidak ada kisruh-kisruh sebagaimana yang beredar. Tidak perlu main ancam-ancam akan pindah partai lain. Sekarang waktunya bekerja, apalagi saat ini sedang verifikasi parpol. Musda Jatim kan sudah sesuai AD/ART partai dan Peraturan Organisasi 02/2021,” katanya.

Bagi Endah, penetapan Emil sebagai nahkoda Demokrat Jatim telah melalui sejumlah tahapan, termasuk pertimbangan matang ketua umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sehingga, hasil itu tidak perlu lagi dipersoalkan.

Endah juga menyadari, perbedaan pandangan terkait hasil musda merupakan hal yang wajar. Namun, Endah mengingatkan hal lain yang lebih penting, yakni soliditas partai menghadapi Pemilu 2024.

“Sekarang roda kepemimpinan Jawa Timur diserahkan ke Mas Emil, seyogyanya, demi kebesaran nama partai kita perlu menatap masa depan untuk persiapan 2024,” tukasnya.

Hal senada juga diutarakan anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Nganjuk, Upik Kholidah Nurlaila Rohmanningtias.

Bahkan, Upik merasa kaget mendengar rumor rencana mundurnya segelintir pengurus yang tidak jelas asal usulnya. Upik justru memastikan, DPC Demokrat Nganjuk hingga saat ini baik-baik saja.

“Kalau saya pribadi dan teman-teman di partai tidak ada itu pindah-pindah partai. Kami tegak lurus patuh sama Pak Ketum,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPC Demokrat Nganjuk, M Fauzi Irwana di sebuah media online nasional mengungkapkan kekecewaannya usai DPP menunjuk Emil sebagai Ketua Demokrat Jatim. Fauzi menyebut, janji DPP soal Musda berjalan demokratis hanya pepesan kosong.

Fauzi menyebut, akibat keputusan ini, Demokrat Jatim pun berpotensi terbelah. Hal itu, menurutnya akibat tidak mampunya elite partai mendengarkan aspirasi di bawah. Mereka bahkan mengancam mundur dan pindah partai.

“Kalau DPP tidak mendengarkan aspirasi di bawah, sangat potensi pengurus mundur atau pindah partai. Sebenarnya Ketum AHY baik, tapi saya kira ada pihak yang jadi begal politik, ya yang ada di sekitar Mas AHY itu yang mempengaruhi,” kata dia. (tok/kun)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar