Politik Pemerintahan

Demo, PMII Sidoarjo Bentrok dengan Satpol PP

Sidoarjo (beritajatim.com) – Demontrasi yang dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Kantor Bupati Sidoarjo Jalan A Yani No1 Sidoarjo, berakhir ricuh Kamis (4/7/2019).

Akibat kericuhan ini, pintu pagar Kantor Bupati Sidosrjo roboh. Sejumlah mahasiswa juga mengalami luka-luka akibat terlibat bentrok dengan anggota Satpol PP yang berjaga di kantor tersebut.

Aksi demo mulanya berjalan tertib dan damai. Aktivis mahasiswa membawa replika keranda saat demo dan ditaruh di depan kantor bupati, sebagai bentuk matinya pembangunan di Kabupaten Sidoarjo.

Para mahasiswa mengkritisi mandeknya pembangunan di Kab. Sidoarjo, sehingga silfa APBD mencapai hampir Rp 1 triliyun. Selain itu, mereka meminta agar Pemkab Sidoarjo menyediakan layanan kesehatan yang maksimal, terutama bagi masyarakat Sidoarjo di wilayah barat.

Karena keinginan para demonstran tidak dipenuhi, akhirnya akai dorong-dorongan antara para demonstran dengan petugas tak terhindarkan dan pintu gerbang kantor bupati roboh.

Mahasiswa yang berusaha masuk dicegah petugas dan sampai bentrok antara mahasiswa dan petugas Satpol PP Kab. Sidoarjo.

Akibat kericuhan ini, empat mahasiswa diamankan karena diduga sebagai provokator. Mereka diamankan dan dimintai keterangan oleh polisi.

Ketua PMII Sidoarjo Sony mengatakan, aksi mahasiswa ini menuntut adanya perbaikan soal pembangunan di Sidoarjo, perbaikan pelayanan kesehatan dan lainnya. “Selama 4 tahun kepemimpinan pasangan ‘Bersinar’ bersama Saiful llah dan Nur Ahmad ini, Sidoarjo belum bersinar,” katanya.

Sony menilai, banyak persoalan dalam pembangunan di Sidoarjo, kurang maksimal. Buktinya ada silpa di APBD sampai nilainya triliyunan.

“Itu artinya ada anggaran yang tidak diserap atau tak digunakan. Padahal pembangunan yang bermanfaat di Sidoarjo, sangat dibutuhkan oleh masyarakat Sidoarjo,” papar Sony.

Sony juga menekankan kepada bupati dan wakil bupati untuk merealisasikan pembangunan rumah sakit wilayah barat tanpa menggunakan sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Banyak tuntutan mahasiswa dan memang belum ada penuntasan yang dilakukan oleh pemerintah sekarang. Mulai kesejahteraan pendidik, realisasi Frontage Road, revitalisasi pengelolaan sampah di Sidoarjo dan lain sebagainya,” punhkas Sony. (isa/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar