Politik Pemerintahan

Deklarasi, PKB dan PDIP Sepakat Koalisi di Pilkada Gresik

Ketua DPC PKB Gresik Mohammad Qosim (ketiga dari kiri) dan Ketua DPC PDIP Mujid Riduan (ketiga dari kanan) Bergandengan Tangan Usai Deklarasi Program Kerakyatan

Gresik (beritajatim.com) – Mesin politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Gresik tengah dipanaskan. Keduanya menggelar deklarasi dan sepakat memenangkan pemilihan kepala daerah, atau Pilkada Gresik di tahun 2020.

Deklarasi program kerakyatan digelar di sebuah rumah makan, Rabu (18/12). Pengurus inti DPC PKB serta PDIP Gresik turut hadir. Bahkan, puluhan kader serta relawan pemenangan baik itu dari PKB maupun PDIP Gresik menyaksikan langsung deklarasi tersebut.

“Deklarasi ini adalah cikal bakal koalisi di Pilkada Gresik tahun depan. Di MoU itu sudah sepakat menjalin koalisi untuk memenangkan pilkada,” ujar Ketua DPC PDIP Gresik, Mujid Riduan.

Menurut Mujid, duet PKB dan PDIP sudah sangat pas. PKB sebagai partai religius serta PDIP partai nasionalis sudah sangat cocok. Sehingga, di Pilkada Gresik 2020 bakal memenangi pemilihan.

“Saya siap mendukung bersama PKB di belakangnya,” ujar Mujid Riduan.

Saat ditanya posisi calon bupati (Cabup). Dijelaskan Mujid Riduan, dirinya menyadari hal itu sudah menjadi hak PKB karena di pemilihan legislatif (Pileg) lalu memenangi pemilihan.

“Siapapun nama calon PKB di cabup silakan dirembug di internal partai. Yang penting PDIP Gresik wakilnya,” tutur Mujid Riduan.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Gresik, Mohammad Qosim yang di deklarasi itu mengatakan, koalisi kerakyatan ini bisa terus berlanjut hingga paska Pilkada 2020.

“Koalisi ini jangan hanya dimaknai cabup dan cawabup saja. Tapi perlu dimaknai sebagai koalisi yang bekerja bareng terkait program-program buat rakyat,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar