Politik Pemerintahan

Deklarasi Pemilu Damai, Paslon Siap Dipilih dan Tidak Dipilih

Sumenep (beritajatim.com) – Dua Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep menandatangani naskah deklarasi damai dalam rangka mewujudkan Pilkada Sumenep 2020 yang aman, damai, dan sejuk.

Deklarasi damai tersebut digelar di Aula Polres Sumenep, dihadiri KPU, Bawaslu, dan jajaran Forpimda Sumenep. Sedangkan pasangan calon yang hadir dalam deklarasi damai itu adalah paslon nomor urut 1 dihadiri lengkap calon bupati Ach. Fauzi dan calon wakil bupati Hj. Dewi Khalifah (Nyai Eva). Sedangkan untuk paslon nomor urut 2, hanya dihadiri Fattah Jasin sebagai calon bupati. Sedangkan calon wakil bupatinya, KH Ali Fikri, berhalangan hadir.

Kapolres Sumenep, AKBP Darman menjelaskan, dalam deklarasi damai tersebut, selain poin siap dipilih dan tidak dipilih, paslon juga wajib untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah disyaratkan, mengingat Pilkada kali ini digelar dalam masa pandemi.

“Kami berharap agar pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumenep mematuhi protokol kesehatan. Ini merupakan bagian dari komitmen bersama karena masa pandemi belum berakhir,” katanya, Jumat (25/09/2020).

Deklarasi Damai tersebut merupakan deklarasi kali kedua yang digelar Polres Sumenep, setelah sebelumnya pada 12 Agustus 2020, digelar deklarasi serupa dengan Partai Politik.

“Kesuksesan pelaksanaan Pilkada tidak terlepas dari peran serta semua pihak, mulai para kontestan, pemangku kebijakan, maupun masyarakat umum. Karena itu kami menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Sumenep untuk melaksanakan pemilihan secara jujur, santun, dan damai,” ungkap Darman.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga membagikan selebaran berisi maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020.

“Kami berharap kepada partai politik, tim lemenangan paslon, bisa memasang banner berisi maklumat Kapolri ini di lokasi sekretariat penyelenggara Pemilu dan di masing-masing posko pemenangan,” ujarnya.

Kapolres mengingatkan agar dalam masa kampanye tidak menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi memancing adanya kerumunan massa. Apabila ada yang tidak mengindahkan, maka Polres tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas.

“Kami juga meminta agar dalam pelaksanaan Pilkada Sumenep 2020 tidak mengangkat isu-isu Sara maupun berita hoaks yang bisa mengganggu kamtibmas. Mari kita semua berkomitmen untuk menciptakan pemilu damai,” tandasnya. (tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar