Politik Pemerintahan

Deklarasi Damai, 3 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Bagi-bagi Masker

Deklarasi damai Pilkada Mojokerto digelar di Polres Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto menggelar Deklarasi Damai di Polres Mojokerto. Ketiga pasangan calon (paslon) mendeklarasikan komitmen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Ketiga paslon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto tersebut yakni petahana Bupati Mojokerto Pungkasiadi-Titik Masudah (Mas Pung-Mbak Titik), Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar) serta Yoko Priyono-Choirunnisa (YONI). Deklarasi diprakarsai Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander.

Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Bukhori mengatakan, pelaksanaan pesta demokrasi kali ini sangat memperhatikan protokol kesehatan dalam tiap tahapan. “Tahun ini beda. Kita semua wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ungkapnya, Kamis (10/9/2020).

Petahana Bupati Mojokerto Pungkasiadi-Titik Masudah (Mas Pung-Mbak Titik). [Foto: istimewa]
Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), lanjut Muslim, juga diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat survei ke rumah-rumah untuk melakukan pendataan. Pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi sendiri, telah diatur secara legal dalam perubahan PKPU Nomor 10 Tahun 2020.

Yakni tentang Perubahan atas PKPU Nomor 6 Tahun 2020 Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto, Aris Fahrudin Asy’at mengatakan, ada beberapa hal penting terkait tahapan-tahapan pilkada 2020. “Protokol kesehatan bersifat wajib, demi menghindari terciptanya kluster baru,” ujarnya.

Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar). [Foto: istimewa]
Ada juga sosialisasi perubahan PKPU Nomor 10 Tahun 2020, dimana ada tambahan keadaan urgent khusus pada pasal 58 dan 63. Ketentuan kampanye tatap muka maksimal 50 orang dan outdor 100 orang dengan jarak yang sudah ditentukan.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, Pilkada serentak akan digelar tanggal 9 Desember 2020 mendatang. “Ini merupakan pesta demokrasi yang berbeda dari pilkada sebelum-sebelumnya dikarenakan pilkada tahun ini akan dilaksanakan saat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Kapolres, setiap pelaksanaan tahapan pilkada yang sudah ditetapkan oleh KPU harus sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Menurutnya, sukses atau tidaknya pesta demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

Yoko Priyono-Choirunnisa (YONI). [Foto: istimewa]
“Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Mojokerto tahun 2020 agar benar-benar berpedoman dan menerapkan protokol kesehatan secara konsisten di setiap tahapan pilkada untuk mencegah munculnya kluster penularan baru di saat pilkada serentak tersebut,” pintanya.

Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, maka akan memberikan rasa aman dan diharapkan tingkat partisipasi pemilih tetap tinggi. Di akhir kegiatan dilaksanakan deklarasi bersama untuk komitmen mematuhi protokol kesehatan. Deklarasi dilanjutkan pembagian masker pada masyarakat di Pasar Legi Kecamatan Mojosari. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar