Politik Pemerintahan

Debat Terakhir, QA Siap Kombinasikan Big Data Pusat dan Daerah

Gresik (beritajatim.com)- Debat kedua atau terakhir, pasangan Cabup Qosim-Cawabup Alif memaparkan visi misi. Sejumlah program penjabaran visi misi disampaikan kedua paslon tersebut secara bergantian.

Dalam penanganan pandemi Covid-19, Qosim-Alif bakal menyiapkan big data untuk mengkombinasikan data pusat dengan daerah agar terintegrasi dan tidak tumpang tindih. Dengan data itu akan diketahui siapa dan berapa yang terpapar covid sehingga diketahui langkah apa yang diberikan.

Langkah yang diambil di antaranya melakukan tracing tracking dan testing (3T) serta pelaksanaan protokol kesehatan. Jika saat ini perbandingan 3T di Gresik tiap Minggu 1:1100 maka nantinya akan ditingkatkan menjadi 1:1300 perminggu sehingga ini akan mempersempit penularan virus.

“Kami akan memperbanyak alat dan laboratorium di RSUD Ibnu Sina yang saat ini masih punya 2 mesin PCR. Nanti akan ditambah dua kali lipat sehingga bisa memperbanyak melakukan testing kepada warga Gresik. Penambahan juga dilakukan pada kapasitas isolasi pasien Covid akan ditingkatkan dari yang ada sekarang di Pondok Observasi Rehabilitasi Pasien (PROP) Stadion Gelora Joko Samudro,” kata kata Dokter Alif, Rabu (2/12/2020).

Selanjutnya, kata Alif, tenaga kesehatan akan mendapat prioritas pemberian vaksin Covid jika sudah dikirimkan. Ini penting karena tenaga kesehatan merupakan garda depan dari penanganan Covid-19. Kemudian vaksin juga diberikan kepada masyarakat umum lainnya bagi yang tidak mampu akan dibantu oleh pemerintah.

Berikutnya Cabup M.Qosim dalam penanganan Infrastrutur jalan akan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk mebicarakan pembenahan jalan. Sebab kelas jalan di Gresik, ditangani secara parsial.

Untuk pengentasan angka kemiskinan yang saat ini di Gresik tercatat 11,3 persen, Qosim Alif akan menbantu mereka melalui sejumlah program kerja seperti Petani Bangkit, Kartu Perisai, Kartu YESS, Pemuda Bangkit.

Sementara untuk penanganan Kali Lamong, Qosim Alif akan melanjutkan pembangunan penanganan melalui Studi LARAP yang sudah diserahkan pemerintah pusat yakni Balai Besar Bengawan Solo (BBWS) kepada Kabupaten Gresik.

“Nanti Pemkab Gresik akan membebaskan 386 hektar lahan sekitar Kali Lamong dengan anggaran sebesar Rp 50 miliar. Sementara pemerintah pusat melalui BBWS akan melakukan penanggulan dan pembuatan embung di sekitar Kali Lamong dengan anggaran sebesar Rp 95 miliar pada 2021 mendatang,” jelas Qosim.

Nantinya Qosim-Alif juga akan menyelesaikan pembenahan Kali Lamong dnegan membuat tanggul dan bendungan. Bendungan ini akan membantu menangani banjir juga akan membantu pengairan di saat musim kemarau.

Ditambahkan, dalam pembangunan berkelanjutan, Qosim memaparkan program berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs Sustainable Development Goals ( SDGs) atau yang lebih dikenal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TBP). Pembangunan ini meliputi 17 tujuan yang ada, di antaranya perbaikan kesetaraan gender, kota dan komunitas berkelanjutan, ekosistem laut, ekosistem daratan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

Sementara itu Dokter Alif juga menyampaikan upaya menangkal radikalimse dan intoleransi di Kabupaten Gresik. Caranya melalui penguaatan kurikulum pendidikan, pembinaan dan penguatan koordinasi antar umat beragama, koordinadi yang kuat Formagam, FKUB. “Even even yang bersifat kenusantaraan dan kebhinekaan akan kami perbanyak untuk menangkal radilaisme,” jelas dia.

Sementara langkah-langkah pencegahan paham radikalisme dan intoleransi, Qosim menawarna tiga langkah. Pertama pencegahan dengan mengingatkan nilai-nilai agama di lembaga pendidikan dan keluarga. Kedua mengingatkan sejarah indonesia berdiri kebhinekaan jadi ciri khas atasi perbedaan.

“Jika sampai terjadi intoleransi dan radikalimes kami akan berkoordinasi dengan Forkopimda yakni TNI Polri Kejaksaan untuk melakukan penindakan,” ungkap Qosim. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar