Politik Pemerintahan

Debat Publik Pilkada Kediri Terapkan Protokol Kesehatan

Kediri (beritajatim.com) – KPU Kabupaten Kediri mengadakan debat publik pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020. Berlangsung di Gedung Bagawanta Bhari, Kabupaten kediri, debat menghadirkan paslon tunggal Hanindhito Himawan Pramono dengan pasangannya Dewi Maria Ulfa.

KPU menghadirkan lima orang panelis dari akademisi dan profesional. Mereka, Dr. Ahmad Subakir, Pembantu Rektor 1 IAIN Kediri, Tauhid Wijaya praktisi media (Direktur Radar Kediri), Abdul Kodir, dosen Universitas Negeri Malang, Solihul Huda, dosen Unmuh Surabaya dan Nu’man Iskandar, akademisi.

Ketua KPU Kabupaten Kediri Ninik Sunarmi mengatakan, debat publik merupakan salah satu metode kampanye dalam Pilkada 2020. Hal tersebut berdasarkan PKPU 6 Tahun 2020 dan perubahan PKPU 10, 13 Tahun 2020. Kemudian, karena pemilihan ini dilaksanakan dimasa pandemi maka harus mengikuti protokol kesehatan.

“KPU Kabupaten Kediri secara prinsip siap melaskanakan Pilkada Kediri 9 Desember 2020. Atas dasar itu kami mohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk mensukseskan Pilkada dengan datang ke TPS pada 9 Desember 2020,” kata Ninik Sunarmi.

Ninik mengucapkan terima kali terhadap seluruh hadirin yang datang. Mulai dari Komisioer KPU Provinsi Jatim, Komisioner KPU Kabupaten Kediri, Bawaslu Kabupaten Kediri, paslon, tim penghubung tim panelis dan pekerja media. Dia mengakhiri kata sambutannya dengan sebuah pantun. “Tuku Kopi Nyang Karang Kates, Masio Pandemi Pilkada Kudu Sukses”. Artinya, meskipun berlangsung di masa pandemi Covid-19, Pilkada Kediri 2020 harus tetap sukses.

Dalam debat publik ini, paslon Mas Dhito dan Mbak Dewi memaparkan visi dan misinya. Mereka juga dicecar berbagai pertanyaan dari panelis untuk mempertajam visi dan misinya. Sementara itu tema yang diangkat dalam debat perdana ini adalah tentang kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaan debat publik mematuhi protokol kesehatan ketat. Mulai dari, membatasi tamu undangan, menjalani pemeriksaan suhu badan, memakai masker serta tempat duduk ditata berjarak. Tamu undangan hanya dibatasi 12 orang. Yaitu 1 paslon dan 5 penelis, 2 orang komisioner KPU, 2 orang komisioner Bawaslu dan 4 orang dari tim kampanye.

KPU bakal melaksanakan debat publik sebanyak tiga kali. Pertama di Kediri, kemudian kedua pada 7 November 2020 di Surabaya dan ketiga kembali di Kediri. Materi debat berbeda, pertama tentang kesejahteraan masyarakat dan kesehatan, kedua pengembangan ekonomi, dan ketiga hukum dan hubungan antarlembaga. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar