Politik Pemerintahan

Debat Publik, Gus Muhdlor Jelaskan Panjang Lebar Tentang SDGs

Sidoarjo (beritajatim.com) – Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo dari PKB H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) – H. Subandi dalam penyampaian visi misi, sepakat dengan target pembangunan Sidoarjo ke depan yang dikaitkan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan global sesuai acuan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau dikenal sebagai Sustainable Development Goals (SDGs).

“SDGs adalah standar global yang telah disetujui PBB dan semua negara untuk dicapai pada 2030,” kata Gus Muhdlor dalam menjabarkan visi misi dalam Debat Publik ke-2 Pilkada Sidoarjo yang dilaksanakan di The Sun Hotel, Selasa (17/11/2020) malam.

Gus Muhdlor menjelaskan, SDGs itu terdiri atas 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk keselamatan manusia dan planet bumi.

Ketujuhbelas tujuan tersebut adalah, pertama mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dimanapun. Kedua, mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Ketiga, memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia. Keempat, memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua.

“Kelima, mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan, dan keenam, memastikan ketersediaan dan manajemen air bersih yang berkelanjutan dan sanitasi bagi semua,” urainya.

Direktur Pendidikan Pesantren Progresif Bumi Shalawat itu menambahkan, untuk target ketujuh, memastikan akses terhadap energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan dan modern bagi semua.

Kedelapan, mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua.

“Kesembilan, membangun infrastruktur yang tangguh, mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan membantu perkembangan inovasi, serta kesepuluh, mengurangi ketimpangan didalam dan antar negara,” terang dia.

Target kesebelas, membangun kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan. Keduabelas, memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Ketigabelas, mengambil aksi segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.

Keempatbelas, mengkonservasi dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya laut, samudra dan maritim untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Kelimabelas, melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan), dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati.

“Untuk ke-enambelas, mendukung masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses terhadap keadilan bagi semua dan membangun institusi-institusi yang efektif, akuntabel dan inklusif di semua level dan terakhir,” katanya.

“Dan yang terakhir, ketujuhbelas, menguatkan ukuran implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan,” papar alumnus Unair Surabaya itu.

Namun sayang, visi misi yang sebelum dijelaskan oleh Paslon Nomor 2 itu, sempat ditanyakan ke Paslon Nomor 1 Bambang Haryo Soekartono (BHS) – Taufiqulbar) pada sesi pertanyaan antar paslon.

Tampaknya, Paslon Nomor 1 masih kurang memahami soal Sustainable Development Goals (SDGs) tersebut. Bambang Haryo Soekartono -Taufiqulbar tampak kurang mengena jawaban pertanyaan mengenai target pembangunan Sidoarjo kedepan yang dikaitkan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan global sesuai acuan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tersebut.

Yang diutarakan Bambang Haryo Soekartono dalam menjawab soal mengenai keterbukaan anggaran. Sedangkan Cawabup Tufiqulbar justru mengatakan jika program SDGs untuk 2030 terlalu jauh untuk dipikirkan.

“Jadi intinya pembangunan adalah keterbukaan dalam anggaran di masyarakat. Ini akan diselesaikan dan diawasi dengan baik oleh masyarakat, perangkat dan juga semua stakeholder pemerintah mulai DPR dan yang ada masyarakat,” jawab Bambang.

Sementara Taufiqulbar menimpali jawaban pertanyaan Paslon Nomor 2 (Gus Muhdlor – Subandi), “Kalau program untuk 2030, kami kok kelihatannya terlalu jauh ya. Untuk 2030 kami tidak bisa memprediksi,” tutur Cawabup Taufiqulbar menambahkan jawaban sesudah BHS.

Jawaban BHS-Taufiq ini dinilai Gus Muhdlor – H. Subandi sama sekali tidak mengena terkait SDGs. Padahal SDGs sangat penting untuk diketahui masing-masing calon pemimpin. “SDGs adalah standar global yang telah disetujui PBB dan semua negara untuk dicapai pada 2030,” sebut Gus Muhdlor. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar