Politik Pemerintahan

Debat Kedua Tanpa Sandi, Apakah Prabowo Bisa Tetap Tampil Cool?

Surabaya (beritajatim.com) – Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan hampir setengah warga Indonesia menonton debat pertama pada 17 Januari 2019 lalu. Ada 50,6 persen responden mengaku menonton debat antara Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Peneliti politik dari The Habibie Center, Bawono Kumoro mengatakan, temuan survei harus menjadi rujukan bagi pasangan calon bahwa debat memiliki arti penting bagi kontestasi menuju 17 April 2019.

“Meskipun survei tersebut menunjukkan jumlah pemilih belum menentukan pilihan juga tidak terlalu drastis berubah pascadebat. Jumlah undecided voters turun satu persen saja dari 15,2 persen di bulan Desember 2018 menjadi 14,2 persen di Januari 2019,” katanya.

Yang menarik dari survei LSI pada Januari tersebut juga mengukur lima dimensi debat. Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dalam lima dimensi. Sementara Prabowo-Sandi unggul dalam satu dimensi. Prabowo-Sandi unggul di dimensi kekompakan dan saling melengkapi pasangan 02 unggul cukup jauh 46 persen. Jokowi-Ma’ruf Amin 30,1 persen.

“Khusus dimensi kelima ini di debat kedua 17 Februari mendatang akan sangat menarik dinantikan, karena nanti tanpa kehadiran cawapres. Di debat perdana lalu harus diakui penampilan Sandi cakap, sehingga dapat mengerem Prabowo untuk tidak melakukan blunder berarti dan terpancing emosi terlalu jauh,” jelasnya.

Aksi Sandi memijat pundak bahu Prabowo di debat perdana lalu merupakan salah satu contoh cara Sandi menahan Prabowo untuk tidak bersikap emosional dalam merespons lontaran-lontaran disampaikan oleh petahana.

“Bisakah Prabowo bersikap demikian kembali di debat kedua mendatang, ketika tidak ada Sandi di sampingnya. Publik tentu menantikan hal ini. Apakah mantan Pangkostrad tersebut dapat menghadapi Jokowi dengan sikap relatif cool dan tenang dalam merespon hal-hal disampaikan oleh petahana nanti,” pungkasnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar