Politik Pemerintahan

Data Penerima Bansos di Surabaya Diharapkan Transparan

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Surabaya, Achmad Rosyidi, mendesak Pemkot Surabaya untuk terbuka dalam memberikan informasi soal penerima bantuan sosial. Data yang diminta juga diharapkan mencakup soal siapa saja yang bakal menerima bantuan sosial.

“Jangan sampai bantuan sosial itu malah membuat susah warga dan salah sasaran pendistribusiannya karena biar tidak tumpuk bantuan pusat hingga propinsi sehingga bisa optimal,” ujar Rosyidi.

Proses pendistribusian yang dilakukan, menurut Rosyidi juga harus dijelaskan secara transparan. “Hal ini sangat penting agar warga yang terdampak bisa tenang dan menemukan solusinya,” tegasnya.

Ketersediaan informasi yang terbuka, bagi pria yang juga Komandan KOKAM ini, penting ketika kelak Kota Surabaya menerapkan PSBB. “Di setiap daerah sudah diterapkan PSBB, Surabaya mau tidak mau juga akan diberlakukan PSBB. Kami berharap Pemkot hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama PSBB d terapkan,” ujarnya.

“Pemerintah Surabaya jangan hanya membuat aturan pembatasan sosial saja, tapi juga harus memperhatikan sosial dan ekonomi masyarakatnya,” pungkas Rosyidi.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Hendro Gunawan memastikan jika seluruh bantuan sosial akan dibagikan secara merata. Fokus akan ditujukan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Sekarang kita kumpulkan terlebih dahulu sembari pengepakan. Setelah itu akan kita bagikan kepada MBR secepatnya. Begitu siap, kita langsung segera distribusikan. Kita alokasi awal untuk 250 ribu kartu keluarga (KK) database kita sudah ada,” kata Hendro. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar