Politik Pemerintahan

Data Kepegawaian Jember Lemah: Almarhum ASN dan Pensiunan Jadi Plt

Jember (beritajatim.com) – Penunjukan 631 orang pelaksana tugas mengungkapkan adanya kelemahan data kepegawaian Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ada aparatur sipil negara (ASN) yang sudah meninggal dan pensiun masih ditunjuk menjadi pelaksana tugas. Selain itu muncul kontroversi soal kelayakan kondisi kesehatan salah satu pejabat yang ditunjuk.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Widarto menyebut Bupati Hendy Siswanto tidak cermat dalam kebijakan pendemisioneran dan pengangkatan pelaksana tugas (Plt). “Inilah pentingnya seorang calon bupati yang kemudian terpilih, punya konsep yang jelas tentang reformasi birokrasi,” katanya, Jumat (19/3/2021).

Menurut Widarto, saat kampanye, pasangan Hendy Siswanto dan Firjaun Barlaman menyatakan diri berpengalaman di dunia birolrasi. “Faktanya ketika memimpin dan kemudian harus mereformasi birokrasi yang kita sadari bersama ada carut-marut tinggalan bupati sebelumnya, tidak jauh berubah. Faktanya orang meninggal, pensiun, dan menyatakan diri tidak sanggup diberikan jabatan pelaksana tugas,” katanya.

Berdasarkan hasil penelusuran beritajatim.com, Dian Ambarwati, Pelaksana Tugas Kepala Sub Bagian Aset dan Keuangan pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Jember, sudah meninggal dunia pada 30 Juni 2020. Namun Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Jember Sukowinarno mengaku belum mendapat laporan, Rabu (17/3/2021).

“Kalau yang dianggap sakit, Pak Kardi, sudah kami tindaklanjuti bekerjasama dengan Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi untuk uji kesehatan,” kata Sukowinarno.

Permintaan uji kesehatan ini sudah ditandatangani Sukowinarno pada Senin (15/3/2021) kemarin. “Saya masuk hari pertama langsung menandatangani surat itu untuk permohonan bantuan kesehatan di RSD dr. Soebandi. Nanti yang menentukan jadwalnya RSD,” katanya.

“Dari hasil itu, kan ketahuan atas rekomendasi dokter. Di aturannya sudah ada. Apakah yang bersangkutan masih tetap cakap untuk jabatan itu, atau tidak cakap dan perlu pengobatan lanjutan. Ada pilihannya. Kami menunggu hasil tim penguji kesehatan,” kata Sukowinarno.

Sukowinarno juga membenarkan, jika ada pejabat yang sudah pensiun dini, namun masih mendapat surat penunjukan Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Tanggul, yakni Samsiati.

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Mirfano mengatakan, surat keputusan untuk ASN yang meninggal dan pensiun tersebut akan segera dibatalkan. “Kami akan tetapkan penggantinya yang memenuhi ┬ákompetensi, kualifikasi dan kinerja sebagaimana yang ditetapkan dalam sistem merit,” katanya. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar