Politik Pemerintahan

Dapur Umum Siapkan 1.325 Nasi Bungkus untuk Warga Terdampak Banjir Tempuran Mojokerto

Dapur umum di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Ribuan nasi bungkus disiapkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto untuk korban terdampak banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Menyusul, banjir masih merendam ratusan rumah warga di dua dusun di Desa Tempuran.

Ada 393 rumah yang terendam banjir luapan Sungai Avour Watudakon. Di Dusun Tempuran sebanyak 61 rumah dengan ketinggian air bervariasi, antara 50 cm sampai 60 cm. Sementara di Dusun Bekucuk ada 332 rumah yang terendam dengan ketinggian air antara 50 cm sampai 90 cm.

Sementara total jiwa terdampak banjir mencapai 1.325 jiwa, di Dusun Tempuran sebanyak 201 jiwa dan Dusun Bekucuk sebanyak 1.124 Jiwa. Tanaman padi dengan luas kurang lebih 12 hektar terendam dengan ketinggian air antara 70 cm sampai 90 cm.

Selain merendam pemukiman warga dan area persawahan, banjir juga merendam tiga fasilitas umum (fasum) di Desa Tempuran. Seperti gereja, masjid dan Balai Desa Tempuran dengan ketinggian air bervariasi yakni antara 50 cm sampai 60 cm.

Wakil Koordinator Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto, Imam Saifudin mengatakan, meski menyiapkan ratusan nasi bungkus untuk warga terdampak banjir, namun stok bahan baku masih aman. “Sampai dengan siang ini masih aman. Per hari ini, data terbaru ada sekitar 1.325 jiwa,” ungkapnya, Senin (11/1/2021).

Imam menepis bahan baku untuk kebutuhan dapur umum sempat kekurangan. Menurutnya hal tersebut hanya kendala dalam pendistribusian bantuan dari pihak terkait yang terlambat sampai ke lokasi dapur umum. Hal tersebut dipengaruhi faktor cuaca di lapangan, namun saat ini stok bahan baku masih aman.

“Untuk dapur umum sampai saat ini belum bisa diprediksi, kondisional. Jika banjir sudah benar-benar surut maka akan kita geser. Sekali masak untuk warga terdampak di dapur umum ada 1.325 nasi bungkus. Dalam satu hari, dua kali yakni pagi dan sore hari,” katanya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar