Politik Pemerintahan

Dana Awal Kampanye: Faida Rp 0, Hendy Rp 1 M, Salam Rp 100 Juta

Jember (beritajatim.com) – Nominal uang dalam laporan awal dana kampanye tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Jember, Jawa Timur, timpang. Penggunaan dana kampanye setiap peserta dibatasi maksimal Rp 50 miliar dalam bentuk uang tunai, barang, dan jasa.

Pasangan calon nomor urut 1, Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto, menyebutkan nominal nol rupiah alias nihil dalam laporan awal dana kampanye tersebut. Mereka menggunakan rekening tabungan di Bank Mandiri.

Sementara pasangan nomor urut 2, Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman menyebutkan angka Rp 1 miliar berupa uang yang berasal dari pasangan calon. Uang itu tersimpan di rekening Bank Mandiri.

Pasangan nomor urut 3, Abdus Salam dan Ifan Ariadna Wijaya, melaporkan penerimaan sumbangan Rp 100 juta dari pasangah calon sebagai dana awal kampanye. Dana itu tersimpan di rekening Bank Rakyat Indonesia.

Ada delapan item penerimaan dana kampanye yang terbagi dua jenis, yakni penerimaan sumbangan dan penerimaan lain-lain. Penerimaan sumbangan berasal dari pasangan calon sendiri, partai politik atau gabungan partai politik, sumbangan pihak lain perseorangan, sumbangan pihak lain kelompok, dan sumbangan pihak lain badan hukum swasta. Sementara penerimaan lain-lain berupa bunga bank, penerimaan barang hasil pembelian, dan barang diterima di muka.

Pengeluaran dana kampanye yang harus dilaporkan terdiri atas tujuh jenis peruntukan, yakni untuk pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, pembuatan produksi iklan di media massa cetak dan media massa elektronik, pembuatan bahan desain dan atau alat peraga kampanye, pemyebaran bahan kampanye kepada umum dan atau pemasangan alat peraga kampanye, kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye dan peraturan perundang-undangan, dan pengeluaran lain-lain.

Pengeluaran lain-lain ini terdiri atas administrasi bank, pembelian kendaraan, pembelian peralatan, pembayaran utang pembelian barang, dan pengeluaran lain. Sementara untuk utang dan saldo yang harus dilaporkan adalah sisa utang, saldo kas di rekening khusus, kas di bendahara, barang, dan utang pembelian barang.

Komisioner KPU Jember Dessi Anggraeni mengatakan, setelah melaporkan dana awal kampanye, para pasangan calon diwajibkan melaporkan secara rutin dana kampanye yang masuk. “Itu harus kontinyu, tak hanya masuknya tapi juga pengeluarannya, sampai nanti di akhir ada laporan pembukaan dan penutupan dana kampanye,” katanya, Minggu (27/9/2020). Laporan harus disampaikan selama masa kampanye. “Laporan itu bisa setiap hari kami layani atau beberapa hari sekali,” kata perempuan berjilbab ini. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar