Politik Pemerintahan

Damar Kurung dan Budaya Sanggring Gresik Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Indonesia

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik, AH.Sinaga sedang mempertontonkan seni lukis damar kurung

Gresik (beritajatim.com) – Dua warisan tradisional asal Gresik, yakni kesenian lukis Damar Kurung dan budaya Sanggring (Kolak Ayam) Gumeno Manyar dijadikan warisan budaya tak berbenda Indonesia oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penetapan warisan budaya itu berdasarkan sertifikat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) nomor 65690/MPK.E/KB/ 2018 untuk sertifikat seni lukis damar kurung, dan sertifikat nomor 103618/MPK.E/KB/2019 untuk budaya Sanggring Gumeno (Kolak Ayam).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik, AH.Sinaga menuturkan, dengan adanya dua sertifikat dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan itu maka daerah lain tak bisa mengklaim atau menjiplak sebagai warisan budayanya. “Dua warisan tradisional asli Gresik itu resmi menjadi warisan budaya Indonesia, dan tugas kami akan terus melestarikannya ke generasi milenial,” katanya, Senin (17/11/2020).

Agar dua warisan tradisional itu tak pudar kata Sinaga, Disparbud Gresik khususnya terhadap seni damar kurung sudah membuat surat edaran (SE) yang ditandatangani bupati agar seluruh OPD, Camat, perhotelan BUMD, dan BUMN serta perusahaan asing turut mengembangkan damar kurung sebagai komoditas ekonomi pendukung pariwisata daerah.

“Melalui SE 900/902/437.59/2020 perihal damar kurung sebagai warisan budaya tak benda nasional bisa dijadikan elemen hias interior dan eksterior di lingkungan kerja masing-masing,” ungkapnya.

Tahap awal lanjut Sinaga, untuk sementara damar kurung dulu. Pasalnya, untuk budaya Sanggring Gumeno hanya bisa dilakukan pada malam 23 hari Bulan Ramadan. “Dua ikon asli Gresik ini bakal terus dilestarikan. Bahkan, kalau bisa ada ikon budaya tradisional lain yang menyusul menjadi warisan budaya Indonesia,” pungkasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar