Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Daging Ternak Terpapar PMK Aman Dikonsumsi, Begini Kata Disnakkan Magetan

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan drh Budi Nurrohman

Magetan (beritajatim.com) – Fakta bahwa 24 ekor sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Magetan sudah menyebar ke masyarakat. Pun, kemungkinan buruk yang dipilih peternak bisa jadi bakal melakukan penyembelihan pada hewan ternak. Meski begitu daging hewan ternak yang terpapar PMK aman dikonsumsi.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan drh Budi Nurrohman mengungkapkan PMK tidak menular ke manusia atau tidak bersifat zoonosis. Pun, penularan ke manusia juga bisa dicegah maksimal dengan memasak daging sapi terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Pemanasan hingga minimal suhu 70 derajat celcius bisa mematikan virus sehingga daging aman jika dimakan.

“Sifat penyakit ini tidak menular ke manusia. Tapi, demi memaksimalkan pencegahan, daging harus dimasak dulu. Dan sebenarnya daging ternak yang terpapar PMK aman-aman saja. Toh, budaya masyarakat kan pasti memasak daging sampai matang sebelum dikonsumsi,” kata drh Budi Nurrohman, Minggu (15/5/2022).

Dia menyebut kalau untuk ternak yang terpapar PMK dan disembelih, dagingnya harus dilayukan atau didiamkan terlebih dahulu selama beberapa jam sebelum dijual, disimpan di lemari es, atau dimasak. Menurutnya proses pelayuan itu perlu untuk mengurangi kadar virus dalam daging sebelum diproses untuk keperluan apapun.

Proses penyimpanan jeroan ternak yang terjangkit PMK juga berbeda. Jeroan sapi harus dilayukan kemudian direbus. Setelah direbus baru boleh disimpan di lemari es, atau dilanjutkan proses memasak dengan cara yang lain.

“Sebisa mungkin, untuk mengonsumsi daging yang sudah benar,-benar matang. Selain memastikan bebas virus PMK, daging yang dimasak sempurna akan membunuh kuman yang bisa jadi mengakibatkan penyakit lainnya,” katanya. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar