Politik Pemerintahan

Daftar Pilwali Surabaya Lewat NasDem, Gus Ali Azhara: Keinginan yang Tertunda

Surabaya (beritajatim.com) – Gus Ali Azhara, salah satu bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran di Partai NasDem Kota Surabaya mengakui bahwa dirinya sejak awal kesengsem dengan Partai NasDem.

Bahkan, pada Pileg 2019 lalu dia sempat mengambil formulir pendaftaran caleg DPRD Jatim untuk Dapil Sidoarjo melalui partai besutan Surya Paloh itu.

Namun, karena diperintah oleh kiai yang sangat dihormati, sehingga tak jadi mendaftar ke Partai NasDem, melainkan ke partai lain sesuai perintah kiai tersebut. “Tapi saya mundur dari caleg Partai NasDem itu juga berkonsultasi ke pengurus Partai NasDem dan mereka memahami alasan tersebut,” jelas pengusaha properti ini melalui rilisnya kepada beritajatim.com, Senin (23/9/2019) malam.

“Jadi, kalau sekarang saya mengambil formulir pendaftaran bakal cawali Surabaya ke NasDem itu sesuai dengan keinginan saya yang sempat tertunda. Mudah-mudahan Partai NasDem nantinya merekomendasi saya sebagai cawali Surabaya mendatang,” tuturnya.

Ia optimistis bisa mendapatkan tambahan kursi untuk bisa memenuhi persyaratan mendaftarkan diri sebagai pasangan calon di Pilwali Surabaya 2020 mendatang. “Mudah-mudahan ada calon wakil yang mau berpasangan dengan saya, dan itu juga sudah saya komunikasikan,” ungkap keluarga besar Ponpes Al-Khozini, Siwalanpanji-Sidoarjo ini.

Selain Partai NasDem, ia juga sudah menjalin komunikasi politik secara intensif dengan partai-partai lain untuk koalisi dalam menghadapi Pilwali Surabaya.

Sementara soal visi-misi untuk Kota Surabaya mendatang, Gus Ali Azhara mengaku sudah menyiapkan,tapi sengaja belum dipublish, karena masih menunggu sinyal kepastian dari kendaraan politik yang akan digunakan untuk menyampaikan visi dan misi sebagai calon walikota Surabaya mendatang.

“Yang jelas, Wali Kota Tri Rismaharini sudah baik, terutama dalam tata kota. Tetapi tetap ada celah, seperti menyangkut keterbukaan publik yang perlu diperluas penggunaan APBD dan APBN, maupun bantuan dari luar negeri. Sehingga, Surabaya bisa menjadi ikon kota bersih, bukan saja lingkungan,.melainkan juga bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme,” tegasnya.

Sekadar diketahui, hari pertama pembukaan pendaftaran bakal calon kepala daerah (bacakada) dan bakal calon wakil kepala daerah (bacawakada) di Partai NasDem, lima orang bakal calon langsung mendaftar ke kantor DPD Partai NasDem Kota Surabaya di jalan Pandegiling 194 Surabaya, Senin (23/9/2019).

M Jauhari, Ketua Bappilu DPD Partai NasDem Kota Surabaya membenarkan bahwa sejak dibuka pendaftaran pada pukul 16.00 WIB sore, sudah ada lima orang bakal calon yang mengambil formulir ke panitia pendaftaran bakal calon di DPD Partai NasDem Kota Surabaya.

“Ada lima orang bakal calon yang sudah mengambil formulir pendaftaran adalah Vincensius Awey (internal NasDem), Gus Ali Azhara (pengusaha properti), Hariyanto (Ketua Peradi Surabaya), Gunawan (caleg PSI) dan
Lia Istifhama (pengurus PW Fatayat NU Jatim),” ujar Jauhari.

Sesuai peraturan organisasi nomor 06 tahun 2019, lanjut Jauhari, pendaftaran bacawali dan bacawawali Kota Surabaya dimulai sejak Senin (23/9/2819) hari ini hingga sebulan ke depan. Selanjutnya, pihaknya akan menyeleksi para bakal calon tersebut berdasarkan lima kriteria. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar