Politik Pemerintahan

Daftar ke KPU Kabupaten Mojokerto, Jumlah Rombongan Calon Bupati dan Wakil Bupati Dibatasi

Simulasi yang dilakukan KPU Kabupaten Mojokerto di depan kantor Jalan RAA Adinegoro, Desa Jalan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto membuka pendaftaran calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto pada tanggal 4-6 September mendatang. Terkait mekanismenya yakni berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020.

Calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto yang akan mendaftar wajib mengikuti standar protokol kesehatan pencegahan dan penanganan Covid-19. KPU Kabupaten Mojokerto memberikan batasan jumlah pendukung calon pasangan untuk masuk ke gedung Pemilu.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif mengatakan, Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan dan Pendaftaran melaksanakan simulasi penerimaan, Selasa (1/9/2020). “Yang akan kita laksanakan tanggal 4-6 September. Simulasi ini tadi, sebenarnya dari format ideal yang sudah dimatangkan kemarin,” ungkapnya.

Ada batasan yang diperbolehkan masuk ke gedung Pemilu. Ini sesuai PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Walikota dan Wakil Walikota Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Non Alam Corona Virus Diasease (Covid-19).

“Yang boleh masuk di gedung Pemilu yakni bapaslon, ketua dan sekretaris partai politik pengusung ditambah LO. Jadi nanti jumlahnya sangat terbatas, 8 orang, 10 orang, 16 orang. Jadi ada yang partai pengusung 2 partai berarti 8 orang, 3 partai berarti 10 orang dan ada yang 6 partai, itu ketemu 16 orang,” katanya.

Batasan jumlah yang boleh ikut masuk ke gedung Pemilu tersebut lanjut Divisi Teknik ini, menjadikan alasan KPU Kabupaten Mojokerto melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI. Harapannya agar tidak terlalu mengekang kehadiran para pengiring bakal pasangan calon.

“Jadi nanti yang tidak masuk akan kita siapkan tenda di luar, kita lengkapi tempat duduk sebanyak 25 tempat duduk dan kita tunjang dengan layar yang menyiarkan secara langsung terhubung di dalam gedung. Jadi tambahannya 25 orang, terop kita taruh di jalan. Di luar jalan,” ujarnya.

Masih kata Arif, untuk meminimalisir banyaknya pengiring yang ikut dalam pendaftaran, KPU akan berkoordinasi dengan pimpinan Partai Politik (Parpol) pengusung. Karena pihaknya juga menerapkan one gate system yakni hanya satu pintu masuk menuju gedung Pemilu.

“Makanya kita siapkan tenda di depan dengan alokasi 25 tempat duduk artinya hanya boleh 25 orang yang masuk ke tenda. Kita terapkan one gate system di pintu timur sebelah SDN Japan. Karena ketersediaan parkir minim, kita himbau tidak membawa sepeda motor dan boleh membawa mobil cukup untuk membawa rombongan,” tambahnya.

Sebelum masuk gedung Pemilu, lanjut Arif, rombongan calon pasangan di skreaning di pos polisi. Kemudian diarahkan masuk ke gedung Pemilu dan sudah ada petugas yang akan mengukur suhu tubuh yakni maksimal 37,3 derajat celcius. Serta penyemprotan dokumen yang dibawa.

“Setelah dicek suhu tubuh dan dokumen yang dibungkus plastik yang dibawa disemprot kemudian diarahkan ke wastafel, baru diarahkan ke tempat pengisian buku tamu. Selesai langsung masuk ke ruangan. Calon membawa syarat pencalonan yakni formulir BKWK, B1.KWK dan SK serta syarat calon ada 24 item,” jelasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar