Politik Pemerintahan

Daftar Cabup ke PAN-Demokrat, Pengasuh Ponpes Ini Sebut Bima Arya

Jember (beritajatim.com) – Muhammad Khozin, mantan calon legislator Partai Persatuan Pembangunan, mendaftarkan diri dalam penjaringan bersama calon bupati yang digelar Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat, di Kafe Pojok Bangka, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (21/2/2020).

Berbeda dengan para pendaftar sebelumnya, Khozin datang dengan mengenakan sarung. Ia memang dikenal juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Khozini, Mangli, Jember. “Ini pendaftaran kedua yang saya ikuti, selain Partai Persatuan Pembangunan,” katanya.

Khozin mengaku memiliki kedekatan psikologis, terutama, dengan PAN. “Sejak selesai menempuh S2 di Malaysia, saya banyak berkarir di Jakarta dan Bogor. Kebetulan sahabat dan mentor politik saya adalah salah satu wakil ketua umum PAN yang saat ini menjabat wali kota Bogor (Bima Arya),” katanya.

Khozin sudah meminta dukungan dan restu dari Bima. “Karena sampai saat ini saya masih menjabat sebagai tenaga ahli wali kota di Bogor, dan secara psikologis, saya banyak berhubungan dengan fungsionaris PAN. Kebetulan juga selama dua periode ini, Partai Demokrat bersama kami mengusung Wali Kota Bima Arya,” katanya.

Khozin menyatakan tak ingin menjadi penggembira. Ia menawarkan semangat perubahan. “Makna perubahan akhir-akhir ini absurd, karena ada tagline yang diusung salah satu kandidat ‘pemimpin perubahan’, yang seakan-akan menjustifikasi bahwa yang ada saat ini tidak akan berubah. Oleh karena itu (kandidat tersebut) menawarkan perubahan, dengan orang yang sama. Ini sudah melanggar kaidah Kamus Besar Bahasa Indonesia,” katanya.

“Makna perubahan itu bergerak dari tidak baik menjadi baik, dari kecil menjadi besar, dari tidak sempurna menjadi sempurna. Dengan adanya tagline ‘pemimpin perubahan’ sama saja menstempel bahwa yang ada saat ini adalah kegagalan, dan menawarkan perubahan, yang anehnya dengan orang yang sama,” kata Khozin disambut tepuk tangan dan tawa hadirin. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar