Politik Pemerintahan

DA Plano Banyak Coretan Tanpa Paraf, Suara Direkap Lagi

Devi Aulia Rahim

Jember (beritajatim.com) – Rekapitulasi suara hasil pemilu untuk Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, harus dilakukan di ruang tersendiri bersama saksi-saksi partai politik, di Hotel Aston, Selasa (30/4/2019).

Devi Aulia Rahim, salah satu komisioner Bawaslu Jember mengatakan, ada kejanggalan dalam proses pembacaan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan Sumbersari. “Ternyata kotak (tempat menyimpan berkas data perolehan suara) masih tersegel. Jadi pertanyaan: ini yang dibacakan data dari mana,” katanya.

“Ada yang menyampaikan, bahwa (hasil) yang dibaca (dari data rekapitulasi) di luar kotak itu ada perbaikan. Ketika ada perbaikan, ada (data) punya saksi yang tidak sama, sehingga disepakati untuk membuka DA1 plano di ruang (rapat pleno),” kata Devi. Namun ternyata tidak semua saksi menerima data DA perubahan tersebut.

Akhirnya, forum sepakat untuk membuka kotak penyimpanan tersebut dan membacakan hasil dari formulir DA (formulir rekap hasil pemilu tingkat kecamatan) yang tersimpan di sana. “Ternyata di DA1 plano itu banyak coretan tanpa paraf, sehingga keabsahan plano itu dipertanyakan saksi. Seharusnya kalau ada kesalahan, memang tak boleh ditip-ex, tapi dicoret. Tapi harus ada parafnya,” kata Devi.

Banyaknya coretan koreksi itu membuat Bawaslu dan saksi penasaran untuk mengkalkulasi ulang data yang tersaji. “Ada yang salah. Akhirnya, kita buka DAA plano (hasil penghitungan di tingkat desa),” kata Devi. Forum menyepakati, pencermatan DAA plano dilakukan di ruang lain agar tak mengganggu pleno rekap terbuka.

DAA plano Kelurahan Kebonsari dibuka pertama kali. “Ternyata ada penghitungan tiga versi yang tak sama. Penghitungan manual langsung yang disaksikan seluruh saksi hasilnya tidak sama dengan hasil di entry. Akhirnya, permintaan saksi dilakukan rekapitulasi ulang dengan dasar DAA plano. Angka-angka itu di-entry ulang untuk menghasilkan angka yang valid,” kata Devi. Ketidaksamaan ini karena ada DAA itu diperbaiki.

Dari hasil rekap ulang sementara, diketahui ada perbedaan akumulasi suara Partai Kebangkitan Bangsa. “Belum ketemu hilangnya di mana. Ada selisih sembilan angka,” kata Devi. Kekeliruan data PKB ini membuat saksi partai-partai lain meminta ada rekap penjumlahan suara ulang.

Saksi dari Partai Keadilan Sejahtera Nur Hasan meminta agar dihitung satu per satu. “Kami mendatangkan saksi lain karena sepertinya bakal butuh waktu lama,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar