Politik Pemerintahan

Polemik Adi Sutarwijono Pimpin PDIP Surabaya

Tagar #HilangnyaDemokrasiPDIP Menggema di Medsos

Surabaya (beritajatim.com) – Keputusan DPP PDI Perjuangan yang menugaskan adanya pergantian ketua, sekretaris dan bendahara di tubuh PDIP Kota Surabaya masih ditolak oleh sebagian kader partai tersebut. Di media sosial (medsos) bahkan ada yang memainkan hashtag alias tanda pagar (tagar) #HilangnyaDemokrasiPDIP.

Tagar itu dimainkan oleh sejumlah akun, di antaranya @tiaratiarajos, kemudian digemakan oleh sejumlah akun lain. Kumpulan cuitan bertagar #HilangnyaDemokrasiPDIP itu lantas beredar ke berbagai group WhatsApp dan media sosial lain seperti Facebook, dalam bentuk link Chirpstory, layanan penggabungan cuitan pada Twitter yang memudahkan orang dalam membaca rangkaiannya.

“Diketahui, DPP PDI Perjuangan menugaskan Adi Sutarwijono untuk memimpin DPC PDIP Kota Surabaya selama 5th ke depan, menggantikan Whisnu Sakti Buana. Pembacaan tersebut menimbulkan polemik. Lantaran nama yang dibacakan tidak sesuai dengan keputusan hasil Rakercab DPC PDIP Surabaya,” demikian beberapa bunyi cuitan tersebut.

Cuitan-cuitan tersebut juga mengutip pernyataan Ketua PAC PDIP Kecamatan Bulak, Riswanto yang menjelaskan tentang mengapa rekomendasi DPP PDIP itu dinilai tidak sesuai aspirasi.

“Sehingga ketika terjadi protes dan penolakan saat dibacakan, maka DPP akan membahas kembali,” demikian cuitan di tagar #HilangnyaDemokrasiPDIP dengan mengutip pernyataan Riswanto.

Tagar itu juga di-mention-kan ke sejumlah akun buzzer seperti @habibthink @MasCEPUK @makLambeTurah @P3nj3l4j4h @BiLLRaY_ @Neng_Geulis_ @PDI_Perjuangan. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar