Politik Pemerintahan

Covid-19 Tak Pengaruhi Ekspor Perikanan Jatim

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, Gunawan Saleh

Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 Jawa Timur tak berpengaruh signifikan pada ekspor perikanan. Pasalnya, ekspor perikanan Jatim selama tahun 2020 sebesar 31 ribu ton ekspor ikan dengan nilai 164.239.000 dollar AS.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, Gunawan Saleh mengatakan, ekspor paling banyak dari Jatim adalah udang dan tuna.

“Ekspor kita paling banyak selama tahun 2020 adalah udang. Kita ekspor sebanyak 5.228 ton udang, dengan nilai 51.584.000 dollar AS. Sedangkan terbanyak kedua untuk eskpor dari Jatim adalah komoditas ikan tuna. Selama tahun 2020 lalu, ekspor tuna Jatim mencapai 3.749 ton dengan nilai 22.100.000 dollar AS,” katanya kepada wartawan di kantornya, Kamis (18/2/2021).

Hasil laut dan perikanan Jatim paling bangak dipasok untuk negara-negara eropa untuk udang. Sedangkan, tuna kebanyakan diekspor ke China dan Jepang.

“Selama masa pandemi, udang melejit ekspornya. Karena India tidak bisa ekspor. Nah, kita ketiban untungnya, Alhamdulillah,” ujarnya.

Jika biasanya petambak udang masih banyak persyaratan untuk ekspor, selama pandemi, justru eksportir jemput bola mencari udang hingga ke petambak. Ukuran yang biasanya diminta harus ukuran jumbo saja, saat ini semua ukuran tak jadi masalah. Bahkan, mereka kerap bayar di muka.

“Selama ada penerbangan kita langsung kirim. Jadi, udang menjadi primadona dan sangat menguntungkan hari-hari ini di pasar global,” tukasnya.

Untuk itu, ia mendorong peningkatan produksi udang di Jawa Timur, khususnya untuk jenis udang vaname. Pasalnya, saat ini tengah gencar dibudidayakan udang vaname dengan media terpal dengan luasan tak begitu luas. Dengan modal yang cukup murah, keuntungannya bisa seratus persen.

“Nggak mahal kalau mau budidaya. Hanya butuh air asin saja. Bahkan, sekarang banyak yang budidaya di terpal-terpal. Dan pasarnya sedang sangat bergairah,” tegasnya.

Hanya dengan waktu tiga bulan, udang sudah bisa dipanen. Hasil panen akan sangat baik jika airnya terjaga, probiotik rutin dan juga pakannya baik.

Sampai 2024 nanti, Jatim sesuai dengan arahan pusat berupaya meningkatkan produksi hingga 250 persen untuk udang. Oleh sebab itu pembinaan dan upaya mendorong peningkatan produksi tengah gencar dilakukan.

“Sementara ini banyak produsen udang ada di sepanjang pesisi baik utara maupun selatan. Di negara tujuan, udang kita banyak dipakai untuk hidangan di hotel, restoran bahkan dijual dalam makanan beku,” pungkasnya. [tok/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar