Politik Pemerintahan

CFD Dibuka, Wakil Rakyat: Ekonomi dan Pencegahan Covid-19 Harus Sama-sama Jalan

Suasana CFD di Jalan Suromenggolo Ponorogo, Minggu (9/8) pagi ini. [Foto/Istimewa]

Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam memulihkan ekonomi di saat pandemi, berbagai kebijakan dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Di Ponorogo, salah satu kebijakan tersebut adalah pembukaan kembali car free day (CFD).

Wakil Ketua Komisi B DPRD Ponorogo Ribut Riyanto mengungkapkan CFD saat ini sangat berbeda dibanding CFD sebelum pandemi Covid-19. Masyarakat yang berkunjung tak seramai sebelum pandemi. Alhasil, omzet pedagang yang berjualan di area CFD pun turun drastis.

“Kami amati. Ini juga terjadi di CFD daerah lain. Perekonomian belum sepenuhnya pulih,” kata politisi dari PKS tersebut, Minggu (9/8/2020).

Meski begitu, protokol Covid-19 harus tetap ditegakkan dalam CFD. Baik itu untuk para pedagang maupun masyarakat. Penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan tetap harus dilakukan. Ribut menilai perekonomian dan pencegahan Covid-19 harus sama-sama berjalan. Tidak boleh ditinggalkan salah satu.

“Memang ada satu dua pedagang maupun masyarakat yang berkunjung, tidak pakai masker. Itu harus selalu diingatkan,” katanya.

Untuk itu pengawasan dan sosialisasi saat CFD harus dilakukan. Sehingga mereka yang belum menaati protokol Covid-19 bisa diingatkan. Berbagai masukan sudah disampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi.

Termasuk diantaranya Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum), Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP). Sejauh ini belum ada sanksi yang diberikan kepada pedagang atau pengunjung CFD yang melanggar protokol Covid-19.

“Komisi B yang membidangi perekonomian akan melihat perkembangan dalam dua minggu ke depan. Kemudian akan evaluasi, jika perlu sanksi diterapkan ya diterapkan. Ini demi keselamatan bersama,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar