Politik Pemerintahan

Cerita Unik di Balik Karantina 51 Pelanggar PSBB di BPSDM: Pasangan Kekasih Minta Satu Kamar!

Surabaya (beritajatim.com) – Ruang Isolasi atau Observasi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim menerima sebanyak 51 orang berstatus orang dengan risiko (ODR) dan orang dalam pemantauan (ODP).

Mereka ini adalah pelanggar jam malam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa titik di Surabaya yang masih berkerumun di warung-warung kopi pada Minggu (2/5/2020) dini hari. Mereka sebanyak 82 orang diangkut oleh empat truk polisi dan dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk menjalani rapid test.

Yang kedapatan positif rapid test sebanyak lima orang dirujuk ke RSJ Menur Surabaya untuk menjalani test swab. Sedangkan, yang kedapatan negatif sebanyak 51 orang dikirim ke BPSDM Jatim untuk menjalani karantina selama 14 hari.

“Kami memang telah mempersiapkan sejak awal untuk ruang isolasi dan observasi sesuai perintah Bu Gubernur. Mereka 51 orang ini dalam tahapan karantina dan tidak diperbolehkan bertemu anggota keluarga. Keluarga datang hanya boleh mengantarkan pakaian ganti. Mereka ini terkena operasi penertiban PSBB kan tidak membawa baju ganti, selain yang dipakai saat itu,” ujar Kepala BPSDM Jatim, Aries Agung Paewai kepada beritajatim.com di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (4/5/2020).

Khusus di Gedung BPSDM Jatim, Aries, jumlahnya ada 51 orang, sedangkan 26 orang lainnya diinformasikan diobservasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya.

Selama menjalani masa karantina di BPSDM Jatim, sebanyak 51 orang tersebut diwajibkan mengikuti aturan berlaku, seperti jadwal harian, apel pagi, berjemur hingga berolahraga ringan. “Keluarga telah memasrahkan mereka ada di asrama BPSDM untuk dikarantina, sekaligus menjadikan pembelajaran untuk yang lain agar merasa jera,” tutur mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim ini.

Untuk itulah, Aries berharap kepada seluruh masyarakat di Jatim, khususnya yang berada di kawasan pemberlakuan PSBB, mengikuti anjuran tidak keluar rumah dan membuat kerumunan demi memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.

Aries juga menceritakan ada satu pasangan kekasih yang ingin tinggal dalam satu kamar karantina. “Kami dengan tegas mengatakan hal itu tidak bisa. Asrama laki-laki dan perempuan terpisahkan. Masing-masing asrama kepala penjaga pos keamanannya,” jelasnya.

Selain itu, ada juga cerita seseorang yang mencoba-coba ‘melobi’ petugas keamanan untuk izin pulang ke rumah dengan alasan untuk masuk kerja. “Kami juga pastikan tidak bisa lobi-lobi. Mereka harus menjalani karantina selama 14 hari,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar