Politik Pemerintahan

Ceramah Akademik di Jombang, Rocky Gerung ‘Terusir’ Dua Kali

Jombang (beritajatim.com) – Rocky Gerung (RG) memberikan ceramah akademik di STIKES ICME Jombang, Rabu (20/3/2019). Ratusan peserta hadir dalam acara yang digelar oleh GMI (Gerakan Milenial Indonesia) Jombang.

Hanya saja, proses acara tersebut sempat tersendat. Sehingga harus berpindah tempat hingga dua kali. Awalnya, acara ceramah akademik tersebut hendak dilaksanakan di aula KH Yusuf Hasyim pesantren Tebuireng Jombang. Sesuai rencana digelar pada Rabu (20/3/2019).

Namun beberapa hari sebelum hari H, tiba-tiba ada edaran bahwa ceramah RG dipindah ke aula PG Tjoekir Jombang atau tepatnya di sebelah selatan pesantren Tebuireng. Perubahan lokasi acara tersebut juga beredar secara berantai di media sosial. Hingga H-1 belum ada perubahan lokasi.

Namun, Rabu (20/3/2019) pagi, muncul edaran lagi bahwa acara ceramah yang dihadiri RG berpindah ke kampus STIKES ICME yang berada di Jl Kemuning, Candimulyo, Jombang. “Jadi dua kali pindah lokasi,” kata Ketua Panitia Ceramah Akamdemik, Abdul Hamid.

Apakah ada intimidasi dari pihak luar? Hamid membantahnya. Menurut Hamid, tidak ada intimidasi ke panitia terkait ‘terusirnya’ RG dari dua lokasi tersebut. Tuan rumah secara tiba-tiba membatalkan secara sepihak.

Semisal di aula PG Tjoekir, saat H-1 acara belum ada pembetalan. Bahkan panitia sudah mengantongi izin dari direktur PG. Namun mendekati pelaksanaan, tiba-tiba pihak PG menginformasi bahwa aula tersebut hendak digunakan untuk acara sendiri.

“Akhirnya kita mencari tempat lagi. Dan mendapat tawaran dari STIKES ICME untuk menggelar acara di kampus kesehatan tersebut. Jadi tidak ada intimidasi, namun tiba-tiba tuan rumah membatalkan,” kata Hamid yang juga Wakil Ketua GMI Jombang.

Selain RG, ceramah akademik bertema ‘Milenial Sebagai Solusi Pembangunan di Masa Depan’ itu juga menghadirkan Choirul Anam atau Cak Anam, mantan Ketua GP Ansor Jatim.

Dalam paparannya, Cak Anam lebih menyoroti posisi NU yang sudah terseret dalam politik praktis. Dia juga menyayangkan komentar salah satu kiai yang menyatakan bahwa tahlil dan zikir akan dihilangkan jika Prabowo-Sandi menang dalam pilpres.

Sementara RG lebih menekankan perlunya menggunakan akal sehat dalam bernegara. Karena menurut RG, bangsa Indonesia ini dibangun atas dasar argumen-argumen. Dibangun atas dasar akal sehat.

“Namun berbeda dengan hari ini, yakni lebih mengedepankan sentimen ketimbang argumen. Pencitraan lebih diperbanyak ketimbang akal sehat. Lebih mementingkan jalan tol, ketimbang jalan pikiran. Lebih mementingkan pembagian nasi kotak, ketimbang merawat otak,” ujar RG yang disambut aplaus hadirin. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar