Politik Pemerintahan

Cek Pesantren Tangguh, Forkopimda Jatim Dikalungi Surban

Rombongan Forkopimda Jatim diterima oleh pengasuh pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz di dalem kasepuhan, Selasa (16/6/2020) [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Rombongan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Suryansyah mengunjungi pesantren Tebuireng Jombang, Selasa (16/6/2020). Kedatangan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Jatim ini untuk mengecek kesiapan Tebuireng sebagai pesantren tangguh dalam menghadapi Covid-19.

Begitu menginjakkan kaki di Tebuireng, rombongan disambut pengasuh pengasuh pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Sebagai ucapan selamat datang, Gus Kikin mengalungkan surban kepada tiga orang Forkopimda tersebut. Selanjutnya, seluruh tamu undangan melakukan ramah tamah di dalem kasepuhan. Ikut mendampingi dalam pertemuan itu, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab.

Dalam pertemuan tersebut, pengasuh pesantren Tebuireng melakukan prsentasi. Membeberkan secara panjang lebar kesiapan Tebuireng dalam menerima kedatangan santri. Di antaranta, menyiapkan ruang isolasi, menyiapkan lumbung pangan santri, serta dapur untuk santri.

Bukan hanya itu, di depan asrama santri juga disiapkan tempat cuci tangan. Sedangkan di gerbang pesantren didirikan cek poin yang dijaga petugas dari pesantren. Setiap yang masuk pesantren dicek suhu badannya menggunakan thermo gun.

Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan ke pengasuh pesantren Tebuireng, Selasa (16/6/2020)

“Kita terus melakukan rapat pemantapan untuk menyambut kedatangan santri. Awalnya, santri akan memulai kegiatan atau masuk pada 20 Juni. Namun kita undur lagi. Kita masuk melakukan evaluasi dan pemantapan. Sehingga untuk tanggal masuknya belum kita tetapkan,” ujar Gus Kikin.

Gubernur Khofifah mengatakan, kunjungannya ke pesantren Tebuireng bersama Kapolda dan Pangdam dalam rangka menyiapkan pesantren yang sehat, pesantren yang bersih. Dengan begitu, pesantren bisa melindungi seluruh santrinya. Utamanya di tengah pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan itu Khofifah juga menyerahkan bantuan untuk pesantren Tebuireng. Di antaranya, masker kain sebanyak 5 ribu lembar, 5 sprayer (alat semprot), sarung tangan 20 pasang, handsanitizer 200 liter, lysol 100 liter, kacamata google 15 unit, serta face shield 15 unit.

Kemudian APD (alat pelindung diri) 50 unit, vitamin C sebanyak 1000 strip, sepatu boot 5 pasang, sembako 100 paket, thermal gun 5 buah, serta tempat cuci tangan 10 unit. “Bantuan ini untuk mendukung Tebuireng sebagai pesantren tangguh,” ujar Khofifah.

Forkopimda Jatim melakukan tabur bunga di makam KH Hasyim Asyari

Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran menerangkan, Tebuireng dijadikan sebagai pesantren tangguh. Hal itu agar santri tetap bisa beraktifitas, namun tetap menjaga kesehatan. Dari pengecekan tersebut, Kapolda melihat pesantren Tebuireng siap untuk memulai kegiatan.

“Namun protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan disiplin. Nanti ada pengawasan dari tim Forkopimda, juga ada tim dari pondok. Juga terus dilakukan evaluasi, sehingga pesantren ini semakin tangguh dalam menghadapai Covid-19,” ujar Kapolda Jatim.

Dalam kesempatan tersebut Pangdam V Brawijaya, Kapolda dan Gubernur Jatim juga melakukan ziarah ke makam pendiri NU Hadratus Syaikh Hasyim Asyari, Pahlawan Nasional KH Wahid Hasyim, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) serta makam Presiden Gus Dur yang ada di komplek pesantren. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar