Politik Pemerintahan

Cegah Penyebaran Covid-19, Ada 12 Pola Saat Pencoblosan Pilbup Mojokerto

Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Buchori.

Mojokerto (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto terus menyempurnakan pola pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mojokerto di masa pandemi Covid-19, 9 Desember mendatang. Setidaknya ada 12 pola atau hal baru yang akan berlaku saat coblosan nanti.

Mulai dari pembatasan jumlah pemilih setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), jaga jarak, penggunaanAlat Pelindung Diri (APD) lengkap bagi Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS), hingga penyemprotan disinfetan secara berkala selama coblosan. Di mana, 12 pola tersebut wajib ditaati pemilih dan KPPS.

Termasuk pemberian tinta tanda telah mencoblos yang biasa dilakukan sendiri oleh pemilih dengan mencelupkan salah satu jarinya. Pemberian tinta saat coblosan nanti, akan dilakukan oleh KPPS yakni dengan cara KPPS akan meneteskan tinta ke jari pemilih setelah melakukan pencoblosan.

Penetesan tersebut dianggap sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19 lebih efektif lagi. Dengan menghindari kontak melalui cairan tinta yang tersedia di setiap TPS. Sebanyak 12 pola tersebut diterapkan selama jalannya coblosan, penghitungan hingga rekapitulasi.

Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Buchori menjelaskan, ada 12 pola atau hal baru yang akan berlaku saat coblosan nanti. “Namun kami belum bisa memastikan apakah 12 pola tersebut efektif berjalan atau tidak saat pemilihan nanti. Khususnya, soal durasi waktu coblosan yang dibatasi hingga pukul 13.00 WIB,” ungkapnya, Jumat (13/11/2020).

Menurutnya, ancaman molor dari jadwal bisa saja tejadi jika tata cara tidak diatur sedemikian rupa. Saat ini, KPU Kabupaten Mojokerto masih harus menunggu hasil simulasi pemungutan suara secara nasional yang dijadwalkan pertengahan November mendatang.

“Nanti akan kami simulasikan dulu secara nasional, baru kita tahu kebutuhan waktunya berapa,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar