Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Cegah Narkoba di Sekolah, Pemkot Mojokerto Gandeng Kepala SD, SMP dam SMP

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menghadiri Kerja Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto terus melakukan upaya preventif pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Mojokerto. Salah satunya dengan menggandeng kepala sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi di Kota Mojokerto.

Melalui Rapat Kerja Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak seluruh tenaga pendidik di Kota Mojokerto untuk bergerak bersama menguatkan kembali peran duta Anti Narkoba dan satgas P4GN yang sudah terbentuk di lingkungan masing-masing.

“Upaya sinergitas dalam rangka pencegahan ini harus terus ditingkatkan, kualitas maupun kuantitasnya melalui sosialisasi yang dilakukan secara masif. Yakni melalui peran duta Anti Narkoba, Satgas P4GN di lingkungan masing- masing juga harus lebih dikuatkan,” ungkapnya, Rabu (23/3/2022).


Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red) Wali Kota, guru atau tenaga pendidik yang merupakan orang tua kedua bagi anak-anak memegang peranan penting dalam menanamkan kesadaran bahaya penyalahgunaan narkoba. Guru memiliki peran penting melindungi generasi penerus bangsa dari sasaran peredaran narkoba, mengingat peredaran narkoba sudah banyak menyasar anak- anak.

“Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak mental, tapi juga merusak kesehatan penggunanya. Maka dari itu dibutuhkan kolaborasi baik Pemerintah, TNI- Polri, maupun masyarakat untuk membentengi generasi penerus bangsa dari peredaran narkoba. Narkoba ini bisa menjadi pembunuh yang tidak terlihat, berdasarkan literasi,” ujarnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto menuturkan, mengonsumsi narkoba akan merusak syaraf penggunanya secara perlahan. Jika dikonsumsi terus menerus maka akan terjadi kerusakan yang sistemik, sehingga Nimg Ita mengajak semua untuk bergerak bersama menyelamatkan generasi penerus bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Turut hadir Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Suharsi serta Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Goenawati Estiningdyah. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar